Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pertamax Rp 16.650 di Kaltim, Rp 17.000 di Kalsel dan Kaltara

Muhamad Yamin • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:52 WIB
Ilustrasi SPBU
Ilustrasi SPBU

PROKAL.CO, SAMARINDA - PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax Series mulai 10 Juni 2026. Sementara itu, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta mengacu pada mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

"Harga jual Pertamax diputuskan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Keputusan ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator," kata Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Roberth menegaskan Pertamina Patra Niaga akan terus menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, perusahaan memastikan pasokan Pertamax tetap aman dan tersedia di jaringan SPBU Pertamina.

"Kami memastikan pasokan Pertamax tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," ujarnya. Dalam penyesuaian kali ini, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.

Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tetap berlaku sesuai ketetapan pemerintah. Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Pertamina juga menetapkan harga Pertamax yang berbeda di sejumlah provinsi di Kalimantan. Berdasarkan daftar harga yang berlaku mulai 10 Juni 2026, Pertamax dijual seharga Rp 16.650 per liter di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Sementara itu, harga Pertamax di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara tercatat lebih tinggi, yakni Rp 17.000 per liter.

Selain Pertamax, harga Pertamax Turbo di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur ditetapkan Rp 21.200 per liter, sedangkan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara sebesar Rp 21.650 per liter.

Untuk produk diesel non-subsidi, Dexlite dijual Rp 23.500 per liter di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, sementara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara sebesar Rp 24.000 per liter. Adapun Pertamina Dex masing-masing dibanderol Rp 25.350 per liter dan Rp 25.900 per liter. (*)


Daftar Harga Pertamax di Kalimantan per 10 Juni 2026:

Kalimantan Barat: Rp 16.650/liter

Kalimantan Tengah: Rp 16.650/liter

Kalimantan Timur: Rp 16.650/liter

Kalimantan Selatan: Rp 17.000/liter

Kalimantan Utara: Rp 17.000/liter

Editor : Indra Zakaria
#pertamax