Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green

Redaksi Prokal • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:26 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar pertamax kendaraan bermotor di salah satu SPBU.
Aktivitas pengisian bahan bakar pertamax kendaraan bermotor di salah satu SPBU.

 
BOGOR — Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi krusial untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan stok BBM di pasar domestik di tengah gejolak geopolitik global.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengungkapkan bahwa keputusan ini terpaksa diambil setelah Pertamina menahan harga cukup lama. Dalam Sarasehan Energi bertajuk “Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global” di Universitas IPB, Bogor, Sigit menjelaskan bahwa konflik yang pecah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah mengerek harga minyak dunia. Dampaknya, harga BBM yang diimpor oleh Pertamina dari luar negeri menjadi jauh lebih tinggi daripada harga jual di dalam negeri.

Sebelumnya, Pertamina sempat menahan harga BBM nonsubsidi dari Maret hingga awal Juni 2026 demi mendukung pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mencegah rantai kenaikan biaya produksi yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. Namun, skenario menjual rugi ini lama-kelamaan menggerus kemampuan finansial perusahaan untuk melakukan impor. Dengan modal dari hasil penjualan domestik yang bernilai rendah, Pertamina tidak lagi mendapatkan volume BBM yang sama saat membeli di pasar internasional.

Penurunan volume impor yang terus berlanjut ini dikhawatirkan akan memicu kelangkaan stok, terutama saat terjadi lonjakan permintaan di masyarakat. Oleh karena itu, setelah melalui proses konsultasi dan diskusi mendalam dengan pemerintah, Pertamina memutuskan untuk menyesuaikan harga demi menjamin pasokan energi nasional tetap aman dan tidak terputus.

Berdasarkan kebijakan terbaru, harga Pertamax (RON 92) mengalami penyesuaian dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) disesuaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan ini murni diberlakukan untuk menjamin ketersediaan suplai di pasar.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik karena Pertamina memastikan harga produk BBM nonsubsidi lainnya serta BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertamax Turbo tetap bertahan di angka Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Begitu pula dengan produk subsidi yang menjadi tumpuan masyarakat luas, di mana Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap stabil di angka Rp6.800 per liter. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pertamax