TANGERANG – Borneo FC Samarinda harus menutup putaran pertama dengan hasil yang menyakitkan. Bertamu ke markas Persita Tangerang di Indomilk Arena, tim berjuluk Pesut Etam itu harus pulang dengan tangan hampa setelah dibekuk dua gol tanpa balas. Hasil ini memperpanjang tren negatif mereka yang hanya mampu mengoleksi empat poin dari enam laga terakhir.
Performa Borneo FC saat ini seolah kehilangan magisnya jika dibandingkan dengan catatan sebelas kemenangan beruntun yang sempat mereka torehkan sebelumnya. Badai masalah mulai menerjang tim asuhan Fabio Lefundes, mulai dari absennya sejumlah pilar utama, cedera pemain yang silih berganti, hingga dampak instan dari hengkangnya Fajar Fathurrahman. Rentetan kendala ini menjadi indikasi nyata bahwa kedalaman materi pemain yang dimiliki Pesut Etam saat ini sedang diuji pada titik terlemahnya.
Fabio Lefundes tidak menampik bahwa timnya sedang dalam kondisi tidak ideal. Ia mengakui bahwa banyaknya persoalan di dalam internal skuad membuat langkah Borneo FC menjadi berat. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, gol cepat yang dicetak Persita pada menit-menit awal pertandingan menjadi faktor utama rusaknya rencana permainan mereka. Gol tersebut memaksa para pemain bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan diri, namun sayangnya, minimnya peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Memasuki babak kedua, Lefundes sempat mencoba melakukan perubahan strategi untuk mengejar ketertinggalan. Namun, penyesuaian tersebut tidak bertahan lama dan performa tim justru kian merosot di sisa waktu pertandingan. Borneo FC tampak kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah dan justru sering tertekan oleh skema serangan balik lawan.
Kekalahan ini membuat persaingan di papan atas kian memanas. Dengan jarak poin yang semakin tipis di antara empat besar klasemen, posisi Borneo FC yang selama ini nyaman di puncak kini berada dalam ancaman serius. Harapan untuk mengunci gelar juara paruh musim dengan keunggulan poin yang signifikan pun perlahan mulai memudar.
Di akhir pernyataannya, Lefundes menyampaikan kekecewaannya sekaligus mengakui keunggulan lawan. Meski ia sangat berambisi untuk menyelesaikan putaran pertama di posisi terbaik, ia secara sportif mengakui bahwa penampilan anak asuhnya saat melawan Persita memang jauh dari standar kemenangan. (*)
Editor : Indra Zakaria