Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bawa Persib Bungkam Persija, Thom Haye Justru Jadi Sasaran Teror dan Ancaman Pembunuhan

Redaksi Prokal • 2026-01-12 06:44:56
Bek Persija Bruno Tubarao (kiri) saat berduel dengan Thom Haye dalam duel Persib vs Persija. (Dok. Persib)
Bek Persija Bruno Tubarao (kiri) saat berduel dengan Thom Haye dalam duel Persib vs Persija. (Dok. Persib)

 

BANDUNG – Kemenangan manis Persib Bandung atas Persija Jakarta dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menyisakan cerita kelam bagi gelandang andalannya, Thom Haye. Meski sukses membantu Pangeran Biru mengamankan poin penuh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1), pemain naturalisasi tersebut mengaku mendapatkan teror mengerikan di media sosial.

Laga sarat gengsi tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan Persib berkat gol cepat Beckham Putra Nugraha pada menit ke-5. Pertandingan berlangsung dalam tensi yang sangat tinggi, di mana wasit Ko Hyung-Jin harus mengeluarkan lebih dari lima kartu kuning dan satu kartu merah akibat kerasnya duel di lapangan.

Thom Haye, yang sempat terlibat keributan di akhir laga hingga harus dilerai oleh pelatih Bojan Hodak, mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan tim dan dukungan Bobotoh. Namun, kebahagiaan itu tertutup oleh perilaku oknum suporter yang menyerang privasinya dengan cara yang tidak manusiawi.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pemain berjuluk The Professor ini mencurahkan kesedihannya. Ia mengaku menerima pesan-pesan mengerikan, termasuk harapan kematian dan ancaman yang ditujukan kepada keluarganya.

"Saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirim harapan kematian dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti," tulis Haye dengan nada kecewa.

Haye menyayangkan gairah besar sepak bola Indonesia harus dinodai oleh perilaku tidak sopan dan pelanggaran di luar batas sportivitas. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi ajang pengembangan kualitas permainan, bukan tempat untuk saling menebar kebencian yang merusak mental pemain.

"Sepak bola seharusnya tidak pernah berjalan sejauh itu. Mari bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik untuk pemain, penggemar, dan masa depan sepak bola Indonesia," tambahnya.

Kekalahan Persija di GBLA akibat kesalahan antisipasi bola dari Van Basty Sousa memang memicu kekecewaan pendukung, namun aksi teror yang menyasar keluarga pemain menjadi noda hitam dalam perkembangan industri sepak bola tanah air. Thom Haye berharap rasa saling menghormati tetap dijunjung tinggi, apa pun hasil yang terjadi di atas lapangan hijau. (*)

Editor : Indra Zakaria