PROKAL.CO, SAMARINDA– PSIM Yogyakarta mengusung misi penebusan saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, sore ini. Setelah menelan kekalahan pahit 0-3 dari Persebaya Surabaya pada 25 Januari lalu, tim berjuluk Laskar Mataram ini dituntut tampil sempurna demi mencuri poin dari sang tuan rumah.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengakui bahwa kekalahan telak di kandang sebelumnya merupakan pelajaran berharga. Ia menyoroti banyaknya kesalahan elementer yang dilakukan anak asuhnya, yang justru menjadi celah bagi lawan untuk mencetak gol. Menghadapi Borneo FC, Van Gastel memprediksi pola permainan yang serupa, di mana lawan akan menunggu momentum dari kesalahan pemain PSIM.
Tantangan bagi tim tamu kian berat lantaran lini pertahanan mereka sedang tidak dalam kekuatan penuh. Bek andalan Franco Ramos dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning. Sementara itu, pemain bertahan asal Jepang, Yusaku Yamada, meski diboyong ke Samarinda, dilaporkan masih belum berada dalam kondisi fisik yang ideal.
Di kubu tuan rumah, Borneo FC tidak ingin sedikit pun memandang sebelah mata calon lawannya. Pelatih Pesut Etam, Fabio Lefundes, justru mewaspadai motivasi bangkit yang dibawa oleh PSIM. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, kekalahan telak yang dialami PSIM pekan lalu bisa menjadi bahan bakar bagi mereka untuk tampil habis-habisan di Stadion Segiri.
Lefundes menegaskan bahwa Borneo FC memiliki target harga mati untuk menyapu bersih poin maksimal di putaran kedua kompetisi, terutama saat bermain di depan pendukung sendiri. Dengan komposisi pemain berkualitas yang dimiliki kedua tim, laga sore ini diprediksi akan menjadi duel taktik yang sengit sejak menit awal.
"Saya tahu mereka baru saja kalah di kandang. Tapi dalam kondisi ini, bisa saja mereka memiliki motivasi besar untuk bangkit. Itu yang harus kami antisipasi," tegas Lefundes mengingatkan.(*)