PROKAL.CO- Pertandingan antara Semen Padang melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa (24/2/2026), menyisakan buntut panjang yang melampaui papan skor. Meski laga berakhir dengan kekalahan bagi tim tamu, perhatian publik kini tertuju pada dugaan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum hakim garis terhadap penggawa Kabau Sirah. Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, secara terbuka melayangkan protes keras dan mengumumkan akan menempuh jalur resmi untuk melaporkan insiden tersebut.
Melalui pernyataan resmi di media sosial pribadinya, Andre mengungkapkan bahwa salah satu hakim garis yang bertugas diduga mengeluarkan kata-kata rasis dan merendahkan terhadap pemain Semen Padang bernomor punggung 15, Firman Juliansyah. Oknum tersebut disinyalir menyebut talenta muda yang pernah membela Timnas Indonesia U-23 itu sebagai "pemain tarkam" dan "pemain kampungan". Andre menegaskan bahwa meski kekalahan adalah hal biasa dalam sepak bola, perilaku menghina dari perangkat pertandingan merupakan hal yang luar biasa buruk dan tidak bisa ditoleransi.
"Kami akan laporkan hakim garis ini secara resmi setelah pertandingan selesai," tegas Andre Rosiade. Ia menekankan bahwa kehormatan pemain harus dijaga, terutama bagi pemain seperti Firman Juliansyah yang tengah berkembang dan dipercaya tampil sebagai starter dalam empat laga beruntun. Pada laga kontra Bhayangkara FC sendiri, Firman bermain selama 69 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Irsyad Maulana.
Berdasarkan data resmi pertandingan, laga tersebut dipimpin oleh wasit Erfan Effendi, dengan dibantu oleh asisten wasit Jaka Prasetia dan Asri. Hingga berita ini diturunkan, pihak PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan serius ini. Jika terbukti benar, insiden ini dipastikan akan mencoreng citra perangkat pertandingan di kancah sepak bola nasional yang tengah berbenah.
Kasus ini menambah deretan panjang rapor merah koordinasi di lapangan hijau. Publik kini menunggu langkah tegas dari otoritas sepak bola Indonesia untuk menyelidiki kebenaran ucapan tersebut demi menjaga sportivitas dan profesionalisme kompetisi.(*)
Editor : Indra Zakaria