Penjaga gawang Emil Audero memiliki darah Indonesia. (Instagram Emil Audero)
Para pencinta sepak bola Indonesia disuguhi kabar menarik. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dikabarkan berupaya keras untuk mendatangkan tambahan kekuatan baru bagi skuad Garuda. Nama yang menjadi sorotan adalah pemain Serie A yang tengah bersinar, Emil Audero.
Sejak beberapa waktu lalu, isu mengenai potensi naturalisasi Emil Audero untuk memperkuat Timnas Indonesia telah menjadi perbincangan hangat. Mantan anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani pernah mengungkapkan bahwa Shin Tae-yong sangat berkeinginan untuk melihat kehadiran Emil Audero di Timnas Indonesia.
Pernyataan itu bukan isapan jempol semata. Hasani Abdulgani bahkan telah berupaya dengan menghubungi perwakilan Emil Audero di Italia. Namun, saat itu Emil Audero masih menunggu panggilan dari Timnas Italia, sehingga upaya tersebut belum membuahkan hasil.
”Pak Hasani, jika Anda dapat mendaratkan Emil Audero ke Timnas Indonesia, itu akan menjadi pilihan utama saya,” kata Hasani Abdulgani menirukan perkataan Shin Tae-yong, JawaPos.com mengutip dari kanal YouTube Hasani’s Corner.
Namun, seiring berjalannya waktu, peluang untuk mewujudkan keinginan Shin Tae-yong semakin terbuka lebar. Hal itu tidak lepas dari peningkatan prestasi yang ditorehkan Timnas Indonesia di ajang internasional. Prestasi gemilang seperti lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 serta hampir lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia membuat banyak pemain berkualitas mulai tertarik untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Salah satu indikasi konkret dari minat pemain berkualitas untuk membela Garuda adalah Calvin Verdonk. Fullback kiri NEC Nijmegen itu, telah menyatakan ketertarikannya memperkuat Timnas Indonesia. Kini, sorotan tertuju pada Emil Audero, kiper Serie A yang tengah menunjukkan performa gemilang bersama klubnya, Inter Milan.
Emil Audero sebagai penjaga gawang Inter Milan telah menampilkan permainan yang solid di Serie A musim ini. Dalam dua pertandingan yang dia mainkan, berhasil mencatatkan dua clean sheets, menunjukkan ketangguhan di antara mistar gawang.
Dengan rata-rata 2,5 penyelamatan per pertandingan, Emil Audero telah mencegah tim lawan mencetak gol sebanyak 0,40 kali per pertandingan.
Dia juga aktif dalam distribusi bola, dengan rata-rata 41 umpan akurat per pertandingan. Persentase akurasinya sedikit lebih rendah di area pertahanan lawan. Selain itu, Emil Audero juga terlibat dalam permainan bola, dengan mencatat rata-rata 7,5 bola yang direbut per pertandingan. Meskipun masih terdapat aspek yang bisa diperbaiki, seperti jumlah kehilangan bola yang cukup tinggi, penampilan Emil Audero telah memberikan kontribusi yang berarti bagi Inter Milan musim ini.
Emil Audero, saat ini berusia 27 tahun, tidak hanya memiliki kualitas sebagai kiper yang andal, namun juga memiliki koneksi yang cukup kuat dengan Indonesia. Hal ini terbukti dari interaksi Emil Audero dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui media sosial Instagram.
Erick Thohir memiliki hubungan dekat dengan klub Inter Milan, di mana dia pernah menjabat sebagai presiden klub tersebut.
Bukan hanya itu, Erick Thohir juga baru-baru ini bertemu dengan mantan presiden Inter Milan Massimo Moratti. Spekulasi salah satu agenda dari pertemuan tersebut adalah membicarakan kemungkinan kedatangan Emil Audero ke Timnas Indonesia.
Jika langkah naturalisasi Emil Audero berhasil, itu akan menjadi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Kehadiran kiper berkualitas dari salah satu liga top Eropa seperti Serie A akan memberikan tambahan kekuatan yang signifikan bagi skuad Garuda. (*)