Menurut data yang dikutip dari WhoScored, Argentina tampil sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola sebesar 52 persen. Dari segi peluang, Argentina melepaskan 8 tembakan dengan 2 mengarah ke gawang. Adapun La Tri memproduksi 6 tembakan, di mana 1 di antaranya menuju tepat sasaran.
Di luar dugaan, Ekuador justru lebih banyak menebar ancaman di awal laga. Salah satunya menghasilkan peluang matang pada menit ke-15. Berawal dari umpan Moises Caicedo ke dalam kotak penalti yang diterima dengan sempurna oleh Jeremy Sarmiento. Sarmiento kemudian melakukan aksi luar biasa dengan mengecoh bek Argentina, Cristian Romero.
Setelah melewati Romero, gelandang Brighton & Hove Albion itu melepaskan sontekan saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Emiliano Martinez. Namun, upaya itu belum cukup untuk membuahkan gol karena Martinez masih sigap menghalau bola.
Terus ditekan, Argentina malah mampu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-35. Gol itu bermula dari aksi Alexis Mac Allister dalam membelokkan umpan sepak pojok yang dikirimkan Lionel Messi ke dalam kotak penalti. Bola pun mengarah ke tiang jauh. Di sana, ada Lisandro Martinez yang berdiri bebas tanpa terkawal sehingga memudahkannya untuk menyundul bola. Tandukan bek mungil berpostur 175 cm itu sukses menaklukkan kiper Ekuador, Alexander Dominguez.
Tensi pertandingan memanas selepas gol tersebut. Kedua kubu sama-sama menampilkan permainan keras sehingga wasit beberapa kali harus menghentikan pertandingan karena terjadi pelanggaran. Skor 1-0 untuk keunggulan Argentina bertahan hingga turun minum.
Selepas jeda, Timnas Ekuador langsung tancap gas untuk mencari gol penyama kedudukan. Peluang emas diperoleh Ekuador pada menit ke-62. Mereka mendapat kado penalti dari wasit usai Rodrigo De Paul melakukan handball di dalam kotak terlarang. Namun, Eder Valencia selaku algojo penalti malah menyia-nyiakan peluang tersebut. Tembakannya dari titik 12 pas masih membentur tiang gawang sebelah kanan.
Di sisa waktu, Ekuador terus membombardir pertahanan Argentina dengan serangan sporadis. Upaya itu pun membuahkan gol di waktu injury time, tepatnya pada menit ke-90+1', lewat sundulan Kevin Rodriguez. Skor imbang di waktu normal memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Perlu diketahui bahwa di Copa America edisi kali ini babak extra time baru berlaku di babak final.
Di babak adu tos-tosan, Argentina menang 4-2. Lionel Messi menjadi satu-satunya eksekutor Argentina yang gagal melaksanakan tugasnya. Sementara itu, Emiliano Martinez menjadi pahlawan Argentina dengan menepis dua penalti Ekuador. (*)