Pertemuan kedua antara Bahrain vs Indonesia ini seharusnya dihadiri juga oleh suporter Bahrain. Pihak PSSI pun telah menyediakan jatah sebanyak 3.000 tiket untuk mereka.
Namun, nampaknya suporter Bahrain tidak berminat untuk memberikan dukungan kepada timnasnya di Indonesia. Sebab, hingga batas waktu yang ditentukan, tiket yang telah dialokasikan untuk mereka tak kunjung diambil.
Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) Marsal Masita menjelaskan, meskipun telah diberikan kesempatan, pihak Bahrain tidak menunjukkan minat untuk menggunakan tiket yang tersedia.
"Kami memberikan slot tiga ribu tiket kepada Bahrain, tapi sampai hari H mereka tidak ambil sama sekali," ungkap Marsal. Karena tidak ada tindakan dari Bahrain, tiket yang semula diperuntukkan bagi suporter tim tamu itu pun segera dijual ke publik.
Beragam dugaan terkait alasan suporter Bahrain tidak mengambil kuota penontonnya bermunculan. Salah satunya, kemungkinan berkaitan dengan kontroversi dari pertemuan pertama kedua tim di Bahrain, Oktober 2024 lalu.
Pada laga tersebut, Timnas Indonesia yang seharusnya menang terpaksa harus menelan pil pahit dengan hasil seri. Ini karena keputusan wasit yang menambah waktu sembilan menit menyebabkan Bahrain mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Keputusan wasit yang dinilai merugikan Indonesia ini menuai protes dari suporter Tanah Air, yang kemudian melampiaskan kekesalan mereka melalui serangan siber terhadap Bahrain.
Kejadian ini tidak hanya menyulut kemarahan suporter Indonesia, tetapi juga menimbulkan ketegangan antara kedua pihak.
Sebagai reaksi terhadap situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) sempat mengajukan permohonan untuk memindahkan pertandingan leg kedua ini ke tempat netral.
Mereka mengklaim alasan ini berkaitan dengan masalah keamanan yang dihadapi oleh tim dan suporter Bahrain, mengingat banyaknya ancaman yang diterima. Namun, usulan ini ditolak oleh AFC, dan pertandingan tetap dijadwalkan di Indonesia.
Hal ini senada dengan Soha, media Vietnam, yang mengemukakan alasan suporter Bahrain tidak hadir di Indonesia. Menurut Soha, ketidakhadiran suporter Bahrain mungkin karena rasa takut yang timbul setelah insiden di pertandingan sebelumnya.
Mereka menduga bahwa pihak BFA telah menyarankan suporter untuk tidak hadir demi menghindari potensi ancaman.
"Alasan di balik situasi ini mungkin karena BFA menyarankan para penggemar untuk tidak datang untuk bersorak di stadion Indonesia setelah insiden pada leg pertama," tulis Soha, mencatat kekhawatiran tentang keselamatan suporter Bahrain.
PSSI, melalui Marsal Masita, menegaskan bahwa mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan fasilitas yang baik bagi Bahrain sebagai tuan rumah.
PSSI telah menyiapkan jalur resmi bagi suporter Bahrain untuk memasuki SUGBK, namun hal itu tidak dimanfaatkan.
Meski demikian, PSSI tetap memastikan pertandingan tetap berlangsung dengan lancar, dengan harapan bisa menciptakan atmosfer yang aman dan tertib.
Meski suporter Bahrain tak hadir, antusiasme suporter Indonesia untuk mendukung Timnas Garuda tidak surut. Tiket untuk laga ini telah ludes terjual, dan SUGBK dipastikan akan dipenuhi oleh ribuan penonton setia Indonesia. (*)
Editor : Redaksi Prokal