Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pep Guardiola Dukung Anak-Anak Palestina, Komunitas Yahudi Inggris "Kebakaran Jenggot"

Redaksi Prokal • 2026-02-05 08:09:42
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP)
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP)

 

MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tengah berada dalam pusaran kontroversi. Bukan karena urusan taktik di lapangan hijau, melainkan lantaran pernyataan vokalnya terkait isu kemanusiaan global yang memicu reaksi keras dari sejumlah pemimpin komunitas Yahudi di Inggris.

Dewan Perwakilan Yahudi Greater Manchester & Region secara terbuka menyampaikan keberatan mereka terhadap komentar-komentar yang dilontarkan pelatih asal Spanyol tersebut. Organisasi tersebut menilai Guardiola telah membawa pandangan pribadinya terlalu jauh ke ranah urusan internasional dan meminta sang manajer untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata, terutama di tengah meningkatnya sentimen anti-Semitisme di berbagai negara.

Ketegangan ini mencuat setelah Guardiola menyatakan keinginannya untuk menggunakan posisinya sebagai figur publik guna menyuarakan empati terhadap korban konflik global. Dalam sebuah acara amal di Barcelona pekan lalu, ia secara terbuka menyampaikan pidato dukungan bagi anak-anak di Palestina.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan komunitas Yahudi menyarankan agar Guardiola tetap fokus pada perannya sebagai pelatih sepak bola. Mereka menilai pernyataan Guardiola sering kali keluar dari konteks olahraga dan masuk ke ranah politik yang sensitif.

"Pep Guardiola adalah pelatih sepak bola. Meski refleksi kemanusiaannya bisa dimaknai sebagai niat baik, ia seharusnya tetap berada di ranah olahraga," bunyi pernyataan resmi organisasi tersebut melalui platform X.

Komunitas tersebut juga menyinggung insiden serangan terhadap Sinagoga Heaton Park pada Oktober lalu yang menewaskan dua orang. Mereka menyayangkan sikap Guardiola yang tidak memberikan pernyataan solidaritas serupa terhadap komunitas Yahudi yang menjadi korban teror di wilayah yang notabene berdekatan dengan markas Manchester City tersebut.

Di sisi lain, Guardiola dalam sebuah konferensi pers sebelumnya telah menegaskan posisinya. Ia menyebut situasi di Palestina, Ukraina, Sudan, hingga insiden penembakan di Amerika Serikat sebagai penderitaan kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh siapa pun.

"Ketika ribuan orang tak bersalah menjadi korban, itu menyakitkan. Jika sebuah ide harus dipertahankan dengan mengorbankan banyak nyawa, saya akan berdiri dan bersuara," tegas pelatih yang baru saja membawa City melaju ke final Carabao Cup tersebut.

Hingga saat ini, pihak klub Manchester City memilih untuk bungkam dan tidak memberikan komentar resmi terkait polemik yang melibatkan manajer mereka. Debat mengenai batasan antara kepedulian kemanusiaan dan peran seorang figur publik di dunia olahraga pun kini kembali memanas di Inggris. (*)

Editor : Indra Zakaria