MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali memicu perbincangan hangat di luar lapangan hijau. Kali ini, ia memberikan respons menohok terhadap kritik tajam dari Dewan Perwakilan Yahudi Greater Manchester & Region. Lembaga tersebut menyatakan bahwa Manchester City telah "dikecewakan" oleh sikap Pep yang dinilai terlalu sering mencampuri urusan internasional melalui komentar-komentarnya.
Menanggapi tudingan tersebut, Pep menegaskan bahwa statusnya sebagai manajer sepak bola tidak seharusnya membungkam haknya sebagai manusia untuk bersuara.
"Mengapa saya tidak boleh mengungkapkan apa yang saya rasakan, hanya karena saya seorang manajer? Saya tidak setuju dengan kritik itu, tetapi saya sangat menghormati semua pendapat," ujar Pep dengan tenang namun tegas dalam konferensi pers terbarunya. Pep menjelaskan bahwa pesannya bersifat universal dan tidak ditujukan untuk memojokkan pihak tertentu secara spesifik. Ia menyoroti banyaknya konflik yang saat ini melukai kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
"Berapa banyak konflik yang ada saat ini di seluruh dunia? Saya mengutuk semuanya dan tidak memilih-milih negara ini lebih penting daripada yang lain. Jika Anda tidak memahami pesan saya, itu tidak masalah," tambahnya.
Ketegangan sempat meningkat ketika seorang jurnalis bertanya apakah setelah ini Pep akan memilih untuk bungkam dan hanya fokus membicarakan taktik sepak bola. Dengan gaya bicara khasnya yang sarkastis, Pep langsung memberikan balasan tajam.
"Yasudah, kamu juga fokus saja menjadi jurnalis dan jangan berbicara tentang ekonomi, karena kamu bukan jurnalis ekonomi," balas Pep, yang langsung membuat suasana ruangan hening sejenak.
Pelatih asal Spanyol tersebut menutup pernyataannya dengan sindiran mendalam tentang fenomena ketakutan masyarakat dunia dalam menyuarakan kebenaran. Bagi Pep, sikap diam justru akan memperburuk situasi global.
"Itulah sebabnya dunia tetap diam, itulah yang diinginkan dunia, bukan? Diam, jangan mengatakan apa pun. Saya pikir justru sebaliknya. Tetapi bagaimanapun juga, ya begitulah adanya," pungkasnya. Perseteruan ini menambah daftar panjang keberanian Pep Guardiola dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik, sebuah langkah yang sering kali membuatnya berbenturan dengan pihak-pihak yang menginginkan sepak bola tetap steril dari urusan kemanusiaan global.(*)
Editor : Indra Zakaria