Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menjemput Sejarah di Pristina: Kontra Turki, Pelatih Kosovo Franco Foda Yakin Atmosfer Stadion Akan Meledak 

Indra Zakaria • Jumat, 27 Maret 2026 - 21:15 WIB

Pemain Kosovo rayakan kemenangan.
Pemain Kosovo rayakan kemenangan.

PRISTINA – Demam sepak bola kini tengah menjangkiti seluruh penjuru Kosovo. Menyusul kemenangan dramatis atas Slovakia, pelatih tim nasional Kosovo, Franco Foda, melontarkan pernyataan emosional mengenai laga final play-off Jalur C Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Turki yang akan digelar Selasa (31/3) mendatang. Foda meyakini bahwa laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momen bersejarah yang telah dinantikan sejak lama.

Antusiasme publik Kosovo dilaporkan mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah olahraga negara tersebut. Meski kapasitas Stadion Fadil Vokrri di Pristina terbatas, Foda berseloroh bahwa jika pun ada stadion berkapasitas 100.000 penonton di sana, tiketnya pasti akan habis terjual dalam sekejap. Seluruh rakyat Kosovo seolah ingin menjadi saksi mata saat tim kesayangan mereka selangkah lagi menembus panggung dunia untuk pertama kalinya.

Franco Foda, pelatih Kosovo.
Franco Foda, pelatih Kosovo.

"Kita akan menghadapi pertandingan final yang sangat bersejarah pada hari Selasa nanti. Saya yakin, bahkan jika kita memiliki stadion berkapasitas 100.000 penonton sekalipun, tempat itu akan penuh sesak oleh dukungan luar biasa rakyat kita," ujar Foda dengan penuh keyakinan.

Kosovo akan menghadapi Turki dalam laga penentuan lolos ke Piala Dunia 2026.
Kosovo akan menghadapi Turki dalam laga penentuan lolos ke Piala Dunia 2026.

Strategi Ketenangan di Tengah Tekanan

Namun, di balik kobaran semangat tersebut, pelatih asal Jerman ini menyadari bahwa lawan yang dihadapi adalah Turki—tim dengan tradisi kuat dan mentalitas baja di kompetisi besar. Foda secara khusus menginstruksikan anak asuhnya, mulai dari Vedat Muriqi hingga Florent Muslija, untuk tidak terhanyut dalam euforia berlebihan. Ketenangan menjadi kunci utama yang ia tekankan agar skema permainan tidak berantakan di tengah atmosfer stadion yang diprediksi akan sangat "berisik".

"Kita harus tetap tenang untuk pertandingan besar melawan Turki ini. Ketenangan adalah senjata utama untuk meredam kekuatan mereka. Jika kita mampu mengontrol emosi di lapangan, sejarah besar itu akan berada dalam genggaman kita," tambahnya.

Laga final ini diprediksi akan menjadi duel taktik yang sengit antara skema ofensif Kosovo dan kedisiplinan Turki di bawah Vincenzo Montella. Bagi Kosovo, kemenangan pada Selasa nanti bukan hanya soal tiket ke Amerika Utara, melainkan pengakuan dunia atas eksistensi dan bakat sepak bola mereka di kancah internasional. Kini, seluruh mata tertuju pada Pristina, menanti apakah keajaiban baru akan tercipta di tanah Balkan. (*)

Editor : Indra Zakaria