LONDON – Badai di London Utara belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tottenham Hotspur secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Igor Tudor pada awal pekan ini, Senin (30/3/2026). Keputusan drastis ini diambil manajemen klub hanya enam pekan setelah pelatih asal Kroasia tersebut ditunjuk menggantikan Thomas Frank.
Melansir laman resmi klub, perpisahan ini merupakan hasil kesepakatan bersama. Tidak hanya Tudor, asisten pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci juga turut mengepak koper dari markas The Lilywhites.
Rapor Merah yang Menyakitkan
Statistik menunjukkan bahwa masa kepemimpinan Tudor di Stadion Tottenham Hotspur jauh dari kata memuaskan. Sejak didatangkan pada 14 Februari 2026, Tudor hanya memimpin dalam tujuh pertandingan dengan catatan yang mengkhawatirkan: satu kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan.
Satu-satunya kemenangan manis diraih saat menumbangkan Atletico Madrid 3-2 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Namun, hasil itu tetap gagal membawa Spurs melaju ke fase berikutnya. Dengan rata-rata hanya 0,57 poin per pertandingan, posisi Spurs kini terjerembab di ambang zona degradasi, sebuah situasi yang sangat tidak biasa bagi klub sebesar Tottenham.
Membidik Roberto De Zerbi dan Opsi "Klausul Degradasi"
Pasca pemecatan Tudor, perhatian manajemen kini tertuju pada mantan arsitek Brighton dan Marseille, Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu dinilai punya kapasitas untuk mengangkat performa tim yang sedang terpuruk.
Namun, negosiasi ini diprediksi tidak akan berjalan sederhana. Mengingat posisi klub yang kritis, muncul laporan dari The Times bahwa Spurs mempertimbangkan untuk menyertakan klausul pelepasan khusus jika nantinya tim tetap terdegradasi di bawah kepemimpinan De Zerbi. Hal ini dilakukan untuk meredam keraguan sang pelatih dalam mengambil alih tim yang sedang "sakit".
Meski manajemen sangat menginginkan jasa De Zerbi karena prestasinya membawa Marseille bersaing di papan atas Liga Prancis, rencana ini justru memicu reaksi negatif dari para pendukung Spurs.
Kelompok penggemar menyuarakan penolakan keras terkait rekam jejak De Zerbi yang secara terbuka membela penyerang kontroversial, Mason Greenwood, selama masa kebersamaan mereka di Marseille. Isu etik ini menjadi ganjalan serius di tengah upaya klub mencari sosok pemimpin baru.
Tottenham kini berpacu dengan waktu. Dengan jeda kompetisi yang cukup panjang, Spurs baru akan merumput kembali pada 12 April 2026 mendatang saat bertandang ke markas Sunderland.
Manajemen dilaporkan ingin pelatih baru sudah terpilih setidaknya 10 hari sebelum laga tersebut agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan strategi penyelamatan di tujuh laga sisa musim ini. Tugas berat kini menanti siapa pun yang berani mengambil kursi panas di London Utara: menyelamatkan sejarah klub agar tidak terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Inggris. (*)
Editor : Indra Zakaria