PROKAL.CO- Legenda Liverpool sekaligus pengamat sepak bola vokal, Jamie Carragher, memberikan teguran keras bagi para penggemar yang mencoba menyejajarkan Michael Olise dengan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Menurut Carragher, perbandingan tersebut merupakan bentuk "obrolan sepak bola reaksioner" yang dipicu oleh euforia sesaat setelah performa apik Olise di pertandingan terakhir.
Carragher menegaskan bahwa meskipun ia mengakui kualitas hebat yang dimiliki Olise, menempatkannya di level yang sama dengan Yamal adalah sebuah kekeliruan besar. "Dengar, saya melihat banyak kegaduhan yang mencoba memasukkan Olise dalam percakapan yang sama dengan Yamal. Saya harus jujur, itu adalah omongan sepak bola yang sangat reaksioner," ujar Carragher dengan gaya bicaranya yang lugas.
Perbedaan mendasar bagi Carragher bukan hanya terletak pada bakat teknis, melainkan pada mentalitas dan konsistensi di lapangan. Ia menyoroti bagaimana Yamal, di usianya yang masih sangat muda, mampu memikul tanggung jawab besar dan selalu meminta bola di momen-momen krusial. "Apa yang dilakukan Yamal di usianya bukanlah hal yang normal. Ini bukan sekadar bakat, ini masalah mentalitas. Dia tidak bersembunyi di sayap menunggu permainan datang kepadanya; dia mengambil tanggung jawab dan membuat sesuatu terjadi saat pertandingan sedang dipertaruhkan," tambahnya.
Sebaliknya, Carragher menilai Olise masih bermain dalam "kilasan-kilasan" sesaat. Ia berpendapat bahwa Olise memang memiliki momen-momen berkelas dunia, namun sering kali menghilang atau drift dari permainan. Di sisi lain, Yamal dianggap sebagai pemain yang mampu mendefinisikan permainan karena kehadirannya saja sudah cukup untuk mengubah bentuk pertahanan lawan, bahkan saat ia tidak sedang menguasai bola.
Carragher juga memperingatkan para penggemar untuk tidak menilai level seorang pemain hanya berdasarkan satu malam yang gemilang. Baginya, Yamal telah membuktikan kualitasnya secara konsisten dalam pertandingan bertekanan tinggi melawan tim-tim top dunia. "Bagi saya, ini bahkan bukan sebuah perdebatan saat ini. Jika saya harus memilih satu orang untuk membangun tim atau dipercaya di momen terbesar, itu adalah Yamal, setiap harinya dalam seminggu," tegas Carragher.
Penilaian tajam ini kembali menegaskan posisi Lamine Yamal sebagai standar emas bagi pemain muda dunia saat ini. Meski Michael Olise diakui sebagai pemain berkualitas, di mata Carragher, Yamal berada di level yang sepenuhnya berbeda dan memiliki potensi nyata untuk meraih trofi Ballon d'Or di masa depan. (*)
Editor : Indra Zakaria