PROKAL.CO- Legenda Liverpool, Steven Gerrard, membuat pengakuan jujur yang menyentuh hati para penggemar sepak bola. Pria yang akrab disapa Stevie G ini mengakui bahwa kesuksesan luar biasa Mohamed Salah di Anfield telah menjadi obat penawar bagi trauma emosionalnya akibat gagal menjuarai Liga Premier Inggris semasa aktif bermain.
Gerrard, yang menghabiskan hampir seluruh kariernya untuk membela panji The Reds, sempat berada sangat dekat dengan trofi kasta tertinggi Inggris tersebut sebelum momen krusial di akhir musim kariernya memupus mimpi itu. Namun, kehadiran dan magis Mo Salah dalam satu dekade terakhir berhasil menyembuhkan luka lama yang dipendam sang mantan kapten.
Penawar Luka di Akhir Karier yang Pedih
Bagi Gerrard, menyaksikan apa yang dilakukan Salah bukan sekadar menonton kesuksesan klub sebagai seorang loyalis, melainkan sebuah proses katarsis pribadi yang sangat mendalam.
"Sebagai penggemar selama 10 tahun terakhir, apa yang telah dia lakukan untuk klub dan apa yang dia lakukan untuk saya secara pribadi—gairah dan kesembuhan saya sendiri, jika boleh dibilang begitu—hadir setelah akhir yang sulit dalam karier saya di Liverpool," ungkap Gerrard dengan penuh keterbukaan.
Ia menegaskan betapa besarnya dampak psikologis yang diberikan oleh pemain internasional Mesir tersebut terhadap dirinya sendiri. Rasa frustrasi dan kekecewaan mendalam yang sempat membayangi masa pensiunnya perlahan terkikis habis oleh trofi demi trofi yang dihadiahkan Salah untuk publik Anfield, termasuk gelar Liga Premier yang sangat didambakannya.
Apresiasi Gerrard tidak berhenti pada level emosional pribadi. Ia juga memuji konsistensi dan kontribusi masif yang diberikan Salah, baik secara individu maupun sebagai motor penggerak tim yang mengubah wajah Liverpool di era modern.
Menurut Gerrard, kehebatan Salah sudah tidak perlu diperdebatkan lagi dan sang pemain layak masuk dalam jajaran elit pesepak bola terbaik sepanjang masa. "Secara individu, tetapi juga dampak dan kontribusinya terhadap tim. Kita sedang membicarakan talenta kelas dunia yang seharusnya masuk dalam perbincangan (sebagai yang terbaik) dengan siapa pun sepanjang waktunya di Liverpool," punggasnya.
Melalui produktivitas gol dan kepemimpinannya di lapangan, Mo Salah tidak hanya mengembalikan Liverpool ke puncak dunia, tetapi juga berhasil menuntaskan misi yang sempat tertunda dari seorang Steven Gerrard. (*)
Editor : Indra Zakaria