PROKAL.CO- Statistik luar biasa yang ditorehkan Mohamed Salah selama berseragam Liverpool ternyata sempat membuat para analis data sepak bola kelabakan. Football data editor dari Opta, Michael Reid (@michael_reid11), mengungkapkan bahwa dominasi Salah di atas lapangan sangat dominan hingga memaksa mereka mendobrak batasan data demi merekam sejarah baru.
Selama ini, Opta mengandalkan basis data lengkap yang mencakup seluruh era Premier League sejak musim 1992-1993. Namun, performa Salah yang terlalu superior di setiap pertandingan membuat standar data modern tersebut tidak lagi cukup untuk menampung kehebatannya.
Menurut Reid, tim analis Opta sering kali menghadapi situasi unik saat mencoba menyusun papan peringkat statistik untuk pemain lain. Setiap kali mereka ingin menonjolkan pencapaian seorang pemain, nama Salah selalu muncul di urutan teratas berkat kemampuannya yang sangat komplet di lini serang.
"Kami jelas memiliki data untuk seluruh era Premier League sejak 1992-1993, tetapi rekor Salah sangat konyol (gila) sehingga kami sadar bahwa kami harus melangkah lebih jauh dari itu," ujar Reid. "Sering kali kami membuat statistik dan mencoba menempatkan pemain lain di papan peringkat, tetapi Salah selalu ada di depan mereka. Mustahil rasanya membuat tabel di mana Salah tidak berada di atas pemain tersebut karena dia sangat multifaset."
Atribut Salah yang serbabisa—baik sebagai pencetak gol ulung maupun pelayan yang visioner—membuat dominasinya di buku rekor menjadi mutlak dan tidak terbantahkan.
Rutinitas Pecahkan Rekor di Setiap Pertandingan
Saking seringnya Salah mengukir sejarah baru, tim Opta sampai menjadikannya sebuah rutinitas wajib untuk menyiapkan beberapa statistik khusus mengenai sang penyerang sayap sebelum peluit sepak mula dibunyikan.
"Apa yang kami coba lakukan adalah menyiapkan setidaknya dua atau tiga rekor atau statistik Salah sebelum setiap pertandingan. Dia sampai pada titik di mana setiap kali dia mencetak gol atau memberikan assist, selalu ada rekor yang dia pecahkan," pungkas Reid. Fenomena ini membuktikan bahwa keberadaan Mohamed Salah di atas lapangan bukan sekadar tentang memenangkan pertandingan, melainkan tentang bagaimana sang pemain terus mendefinisikan ulang standar kehebatan seorang penyerang dalam sejarah sepak bola Inggris. (*)
Editor : Indra Zakaria