Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pep Guardiola Ucap Perpisahan Emosional dengan Manchester City

Redaksi Prokal • Senin, 25 Mei 2026 | 10:29 WIB
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh trofi. (Dok.Man City)
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh trofi. (Dok.Man City)

MANCHESTER – Air mata Pep Guardiola tumpah di tengah lapangan Etihad Stadium setelah memimpin laga terakhirnya bersama Manchester City, Minggu (24/5) malam waktu setempat. Momen emosional ini menandai berakhirnya era emas selama satu dekade penuh gelimang trofi yang tidak hanya mendominasi, tetapi juga mengubah lanskap sepak bola Inggris dan Eropa secara masif.

Dalam pidato perpisahan yang mengharu biru di hadapan 60.000 pasang mata, pria asal Spanyol tersebut memberikan pesan pertama dan paling krusial bagi pelatih baru yang akan menggantikannya di kursi kepelatihan The Citizens. Guardiola menegaskan agar penerusnya kelak berani menjadi diri sendiri dan sama sekali tidak mencoba meniru gaya ataupun metodenya.

Mantan bos Chelsea, Enzo Maresca, saat ini santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi panas yang ditinggalkan Guardiola pada musim panas ini. Meski beban berat membayangi manajer berikutnya, Pep Guardiola meyakini manajemen klub akan melakukan transisi dengan sangat mulus.

"Manajer berikutnya harus menjadi diri mereka sendiri, itu hal yang paling penting. Cara mereka berkomunikasi, memperlakukan orang, cara bermain, dan bekerja—mereka harus menjadi diri mereka sendiri. Klub ini sangat luar biasa dalam banyak hal, proses transisi selalu berjalan baik," ujar Guardiola dengan suara bergetar di mikrofon stadion.

Suasana haru kian memuncak saat layar raksasa stadion memutar montase momen-momen terbaik sepanjang sedekade rezimnya. Berdiri di depan sang ayah, Valenti Guardiola, yang terbang langsung dari Spanyol, Pep mengaku merasa gugup dan tidak pernah membayangkan akan mendapat cinta sebesar ini dari publik Manchester.

Selain perpisahan Pep Guardiola, laga melawan Aston Villa tadi malam juga menjadi panggung penghormatan terakhir bagi dua pilar legenda Manchester City lainnya yang ikut hengkang, yakni Bernardo Silva dan John Stones. Ketiganya mendapatkan guard of honour dan penghormatan setinggi-tingginya dari rekan setim dan suporter.

"Saya tidak pernah membayangkan betapa besarnya cinta ini. Merupakan kehormatan besar menjadi manajer Anda. Jika Anda bertemu saya di jalanan mana pun di dunia ini sebagai fans City, datang dan peluklah saya. Saya membutuhkannya," ucap Pep yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan penonton yang memadati tribun.

Sanjungan emosional juga datang dari Bernardo Silva yang ikut memainkan laga perpisahannya. Pemain asal Portugal tersebut tanpa ragu melabeli Guardiola sebagai pelatih terhebat sepanjang sejarah sepak bola karena kemampuannya yang tak pernah berhenti melakukan inovasi taktik.

"Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak hal. Dia berada di kursi kemudi, menciptakan tim monster yang sukses dalam jangka waktu yang sangat lama. Secara personal, dia adalah ayah saya dalam sepak bola," kata Silva penuh haru.

Sebagai tindakan penutup dari akhir era emas yang bersejarah ini, Guardiola akan memimpin skuadnya dalam sebuah parade juara Manchester menggunakan bus atap terbuka pada hari Senin. Jutaan suporter diperkirakan akan memadati jalanan kota untuk memberikan lambaian tangan dan penghormatan terakhir bagi sang maestro yang telah mengubah sejarah klub tersebut.(*)

Editor : Indra Zakaria
#pep guardiola