TORONTO – Hari yang dinantikan publik sepak bola Kanada akhirnya tiba. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tanah Kanada menjadi panggung megah turnamen sepak bola terbesar di dunia. Meski sempat diwarnai ketegangan, tim nasional Kanada berhasil bangkit dari ketertinggalan dan memaksakan hasil imbang 1-1 saat menjamu Bosnia and Herzegovina di BMO Field, Toronto. Hasil ini sekaligus menandai raihan poin pertama Kanada sepanjang keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.
Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Jesse Marsch langsung mengambil inisiatif serangan. Kanada mendominasi penguasaan bola dan mengurung pertahanan Bosnia di paruh lapangan mereka sendiri. Memasuki menit ke-15, tekanan tuan rumah makin intensif dengan gelombang umpan silang yang terus merepotkan lini belakang lawan.
Momen emas sempat didapatkan oleh Jonathan David ketika barisan pertahanan Bosnia gagal menghalau bola dengan sempurna. Menatap bola liar di posisi yang sangat menguntungkan, penyerang Juventus itu melepaskan tembakan yang sayangnya terlalu lemah sehingga mudah diamankan oleh kiper Nikola Vasilj. Kegagalan memanfaatkan peluang emas tersebut langsung berbuah petaka lima menit berselang.
Melalui salah satu dari sedikit kesempatan mereka keluar dari tekanan, Bosnia berhasil mendapatkan sepak pojok. Skema bola mati yang sejak awal menjadi ancaman tersembunyi itu akhirnya menghukum kelengahan tuan rumah. Umpan sundulan Sead Kolasinac ke tiang dekat langsung disambar oleh Jovo Lukic dari jarak dekat pada menit ke-20, yang seketika membungkam euforia publik Toronto.
Tertinggal satu gol membuat Kanada tampil kian agresif pada babak kedua. Kendati terus mendominasi jalannya pertandingan, penyakit lama berupa penyelesaian akhir yang kurang klinis sempat membuat frustrasi pendukung tuan rumah hingga laga memasuki 15 menit terakhir.
Melihat kebuntuan tersebut, Jesse Marsch melakukan perjudian taktis dengan memasukkan Cyle Larin dari bangku cadangan. Keputusan ini terbukti jenius karena hanya butuh waktu kurang dari 200 detik sejak menginjakkan kaki di lapangan, Larin sukses melepaskan tembakan keras pada menit ke-78 yang bersarang telak di gawang Bosnia dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol penyeimbang tersebut membuat seisi Stadion BMO Field kembali bergemuruh hebat. Termotivasi oleh gemuruh penonton, Kanada terus menggempur pertahanan Bosnia demi memburu gol kemenangan di sisa waktu laga. Sayangnya, hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tidak berubah dan memaksa kedua tim berbagi angka.
Rasa kecewa yang tersisa karena gagal mengamankan kemenangan di rumah sendiri justru menjadi bukti nyata betapa pesatnya perkembangan sepak bola Kanada saat ini. Meraih satu poin di Piala Dunia kini terasa belum cukup bagi ambisi besar skuad The Canucks. Bagaimanapun, ini tetap menjadi malam bersejarah yang akan selalu diingat, dan Kanada kini langsung mengalihkan fokus mereka untuk mengejar kemenangan perdana saat bersiap menghadapi Qatar pada pertandingan berikutnya. (*)
Editor : Indra Zakaria