SEATTLE – Tim nasional Mesir berhasil mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka setelah dipastikan melangkah ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kepastian ini didapat usai tim berjuluk The Pharaohs tersebut bermain imbang 1-1 melawan Iran pada laga pamungkas Grup G yang berlangsung di Seattle, Amerika Serikat.
Hasil satu poin ini menempatkan Mesir sebagai runner-up Grup G di bawah Belgia, yang pada pertandingan lain sukses melumat Selandia Baru dengan skor telak 4-1 di Vancouver. Sementara itu, Iran yang hampir saja mengunci kemenangan dramatis di masa injury time terpaksa gigit jari setelah gol penentu mereka dianulir oleh wasit karena offside. Hasil ini membuat Iran harus menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk melihat peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Laga baru berjalan lima menit ketika Mesir mengejutkan lini pertahanan Iran. Berawal dari aksi individu bintang legendaris Mohamed Salah di dalam kotak penalti, bola liar kemudian disambar oleh Mahmoud Saber dengan tembakan akurat yang melewati celah kaki penjaga gawang Iran, Alireza Beiranvand. Gol cepat ini sempat menghidupkan asa Mesir untuk mendominasi permainan.
Namun, keunggulan Mesir tidak bertahan lama. Sembilan menit berselang, Iran sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol yang dicetak oleh Ramin Rezaeian. Setelah gol penyeimbang tersebut, intensitas pertandingan meningkat tajam dengan kedua tim saling jual beli serangan demi mengamankan tiket lolos otomatis.
Drama terbesar dalam laga ini terjadi pada menit ke-93. Pemain Iran, Shoja Khalilzadeh, berhasil menggetarkan jala gawang Mesir dan sempat melakukan selebrasi emosional bersama rekan-rekannya. Jika gol tersebut sah, Iran dipastikan lolos ke babak berikutnya dan menyingkirkan Mesir. Namun, setelah dilakukan peninjauan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena posisi pemain Iran yang sudah terjebak offside terlebih dahulu. Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang ditiupkan, membawa Mesir mencetak sejarah baru di panggung dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria