PROKAL.CO- Perjalanan impresif Republik Demokratik Kongo di ajang Piala Dunia 2026 harus terhenti secara tragis di babak 32 besar. Sempat mengejutkan publik lewat performa solid, armada besutan Sebastien Desabre ini terpaksa angkat koper setelah ditundukkan Inggris dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang menegangkan.
Kongo sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan dan mampu membuat lini belakang Inggris kelabakan. Tim perwakilan Afrika ini sukses mencuri keunggulan kilat sejak menit ke-7 melalui sepakan keras Brian Cipenga. Namun, keunggulan tersebut sirna di babak kedua setelah kapten Inggris, Harry Kane, mengamuk dengan memborong dua gol balasan pada menit ke-75 dan ke-86, yang sekaligus mengunci tiket 16 besar untuk The Three Lions.
Seusai laga, Sebastien Desabre tidak bisa menyembunyikan rasa penyesalannya atas kelengahan lini belakang di menit-menit krusial. Pelatih asal Prancis tersebut menilai bahwa secara taktik anak asuhnya sudah bermain sangat baik, namun jalannya laga mendadak berubah karena faktor kualitas individu seorang striker kelas dunia.
"Menjelang akhir pertandingan kami memberikan dua peluang, lalu salah satu pemain terbaik di dunia mencetak dua gol ke gawang kami. Sangat disayangkan," ungkap Desabre dengan kecewa.
Meski harus menelan pil pahit, Desabre tetap memberikan apresiasi tinggi dan pujian kepada para pemainnya yang sudah berjuang habis-habisan di atas lapangan. Menurutnya, kegagalan mempertahankan keunggulan ini murni karena pasukannya masih minim jam terbang dalam mengarungi laga-laga bertekanan tinggi di level dunia.
Bagi Desabre, kekalahan dari tim raksasa sekelas Inggris bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah investasi besar bagi masa depan sepak bola Kongo. Pengalaman berharga bertanding di panggung tertinggi ini diyakini akan membentuk mentalitas bertanding yang jauh lebih kokoh ke depannya.
"Mereka mendapatkan banyak pengalaman dengan menghadapi tim seperti ini. Kami kurang pengalaman dalam menghadapi pertandingan besar. Kami terus belajar dan terus berkembang, dan kami akan melanjutkan proses ini dengan tenang," pungkas Desabre optimistis. (*)
Editor : Indra Zakaria