Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Asa Kroasia Pupus, 2 Gol Dibatalkan Lewat VAR, Termasuk Gol Menit Akhir

Indra Zakaria • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:27 WIB
Luca Modric dkk, kecewa dua gol timnya dibatalkan.
Luca Modric dkk, kecewa dua gol timnya dibatalkan.

  
PROKAL.CO- Pertandingan babak gugur Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia pada Jumat (3/7/2026) benar-benar menguras emosi publik. Bagaimana tidak, jala gawang kedua tim total bergetar sebanyak lima kali sepanjang 90 menit plus masa injury time. Namun, intervensi teknologi Video Assistant Referee (VAR) menjadi pembeda utama yang membuat hanya tiga gol yang dinyatakan sah, sekaligus mengunci kemenangan dramatis Portugal dengan skor 2-1.

Laga ini berjalan dengan tensi tinggi sejak awal. Portugal yang membawa misi emosional—mengenang satu tahun kepergian Diogo Jota—sempat frustrasi di babak pertama setelah sejumlah peluang dari Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo gagal berbuah angka akibat ketangguhan kiper Kroasia, Dominik Livakovic.

Baca Juga: Drama Injury Time: Portugal Singkirkan Kroasia 2-1, Tantang Spanyol di 16 Besar

Sengatan Kroasia dan Gol Matanovic yang Sia-sia

Memasuki babak kedua, Kroasia langsung menggebrak dan berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu. Umpan silang rendah dari Josip Stanisic berhasil disambar dengan sempurna oleh Ivan Perisic untuk menaklukkan Diogo Costa. Papan skor berubah 1-0 untuk keunggulan Kroasia.

Tak lama setelah gol pembuka tersebut, publik Kroasia sebenarnya sempat bersorak kembali ketika Igor Matanovic berhasil menggetarkan jala gawang Portugal untuk kedua kalinya. Jika gol ini sah, posisi Kroasia berada di atas angin. Namun, hakim garis dengan sigap mengangkat bendera tanda offside, sehingga gol kedua Kroasia tersebut resmi dianulir dan skor tetap bertahan 1-0.

Gagalnya gol kedua Kroasia seolah menjadi napas baru bagi Portugal. Skuad asuhan Roberto Martinez langsung meningkatkan intensitas serangan. Momentum kebangkitan itu tiba ketika Renato Veiga dijatuhkan Nikola Vlasic di kotak terlarang dalam situasi sepak pojok. Setelah meninjau monitor VAR, wasit Espen Eskas menunjuk titik putih.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan mengecoh Livakovic. Gol ini tidak hanya mengubah skor menjadi 1-1, tetapi juga menobatkan Ronaldo sebagai pencetak gol tertua di fase gugur Piala Dunia pada usia 41 tahun 147 hari.

Drama sesungguhnya tercipta pada menit keempat masa injury time. Pemain pengganti, Goncalo Ramos, muncul sebagai pahlawan setelah sundulan mautnya memanfaatkan umpan silang Rafael Leao bersarang telak di gawang Kroasia. Portugal berbalik unggul 2-1.

Gol Kelima Gvardiol Digagalkan VAR di Menit Berdarah

Kroasia yang menolak menyerah memberikan perlawanan habis-habisan di sisa waktu. Memasuki menit ke-13 masa tambahan waktu, stadion kembali bergemuruh saat bek Manchester City, Josko Gvardiol, mencetak gol penyama kedudukan dramatis setelah memanfaatkan umpan Mario Pasalic.

Skuad Kroasia sudah melakukan selebrasi gila-gilaan mengira laga akan berlanjut ke babak tambahan. Namun, wasit kembali berkomunikasi dengan ruang VAR untuk melakukan peninjauan intensif. Hasil tayangan ulang menunjukkan bahwa Mario Pasalic sudah berdiri dalam posisi offside terlebih dahulu sebelum melepaskan umpan kepada Gvardiol.

Gol kelima dalam laga ini pun resmi dibatalkan. Peluit panjang berbunyi tidak lama setelah itu, memastikan kemenangan 2-1 bagi Portugal. Lewat laga penuh drama yang diwarnai dua gol pemicu serangan jantung yang dianulir tersebut, Portugal resmi melaju ke babak 16 besar untuk menantang Spanyol. (*)

Editor : Indra Zakaria
#portugal #kroasia