Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Jinakkan Ambisi Tuan Rumah

Redaksi Prokal • Senin, 6 Juli 2026 | 11:58 WIB
Romelu Lukaku menjadi tumpuan Belgia saat menghadapi Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium. (Instagram/@belgianreddevils)
Romelu Lukaku menjadi tumpuan Belgia saat menghadapi Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium. (Instagram/@belgianreddevils)

SEATTLE — Panggung babak 16 besar Piala Dunia 2026 siap menyajikan duel sengit nan emosional di Seattle Stadium (Lumen Field). Tuan rumah Amerika Serikat yang sedang berada di puncak kepercayaan diri tinggi harus menghadapi ujian mental sesungguhnya saat ditantang raksasa Eropa, Belgia. Laga hidup-mati ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 07.00 WIB. Belgia datang dengan status unggulan berkat kombinasi pengalaman matang para pemain senior mereka. Di sisi lain, Amerika Serikat membawa modal semangat membara dari publik sendiri untuk bisa mengamankan tiket ke perempat final.

Amerika Serikat tampil sangat menjanjikan sepanjang turnamen di bawah racikan taktik Mauricio Pochettino. Keberhasilan mereka menjadi juara grup untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2010—ditambah kemenangan meyakinkan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina di babak sebelumnya—menjadi bukti sahih kebangkitan sepak bola paman Sam.

Namun, langkah mulus tersebut menyisakan tumbal besar. Penyerang andalan mereka, Folarin Balogun, dipastikan absen akibat kartu merah kontroversial yang diterimanya pada laga terakhir. Kehilangan pemain yang sudah mengemas tiga gol ini tentu menjadi pukulan telak.

Kini, beban lini depan otomatis beralih ke pundak Ricardo Pepi dan kapten Christian Pulisic. Kreativitas lini tengah yang dimotori Weston McKennie serta Malik Tillman diharapkan mampu menjadi kunci pembongkar pertahanan rapat tim tamu, memanfaatkan gemuruh dukungan suporter Seattle yang siap mengintimidasi lawan.

Sementara itu, Belgia menapak ke fase ini dengan modal mental yang sangat teruji. Pada laga sebelumnya, tim asuhan Domenico Tedesco ini sempat tertinggal dua gol dari Senegal sebelum akhirnya melakukan comeback fantastis dan menang 3-2 lewat babak perpanjangan waktu.

Romelu Lukaku kembali membuktikan bahwa dirinya adalah pembeda. Masuk sebagai pemain pengganti, penyerang bertubuh kekar ini langsung mencetak gol krusial yang meruntuhkan moral lawan. Ketajaman Lukaku, visi bermain Kevin De Bruyne, serta ketangguhan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang menjadi pilar utama "Generasi Emas" Belgia yang berambisi melaju sejauh mungkin di Piala Dunia terakhir mereka.

Rekor Pertemuan yang Menghantui

Sejarah mencatat dominasi total Setan Merah atas Amerika Serikat. Dalam lima bentrokan terakhir, Amerika Serikat selalu dipaksa bertekuk lutut. Pertemuan terbaru mereka pada laga uji coba Maret 2026 lalu bahkan berakhir dengan kemenangan telak Belgia 5-2.

Memori pahit Piala Dunia 2014 juga membayangi, di mana Belgia menyingkirkan Amerika Serikat di fase yang sama dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Kendati demikian, performa apik Amerika Serikat sepanjang turnamen ini membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa diremehkan begitu saja.

Amerika Serikat diprediksi akan menerapkan formasi 3-4-2-1 untuk memperkuat area pertahanan sekaligus mengandalkan serangan balik cepat. Matt Freese akan dikawal oleh trio bek Freeman, Ream, dan Richards. Sektor sayap dan kreativitas akan digerakkan oleh Dest dan Robinson, sementara Christian Pulisic akan bergerak bebas di belakang striker tunggal Ricardo Pepi.

Di kubu lawan, Belgia setianya akan memakai formasi andalan 4-2-3-1. Thibaut Courtois menjadi benteng terakhir di bawah mistar. Duet lini tengah akan menjaga keseimbangan permainan, memberikan keleluasaan bagi Kevin De Bruyne untuk memanjakan Romelu Lukaku sebagai ujung tombak, disokong oleh kecepatan Jeremy Doku dan Leandro Trossard di kedua sisi sayap. (*)

Editor : Indra Zakaria
#belgia #amerika serikat