Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Plot Twist Piala Dunia! Dintervensi Donald Trump, FIFA Cabut Hukuman Kartu Merah Balogun, Pochettino: AS Sudah Cukup Menderita

Redaksi Prokal • Senin, 6 Juli 2026 | 12:16 WIB
Mauricio Pochettino
Mauricio Pochettino

SEATTLE — Peta kekuatan babak 16 besar Piala Dunia 2026 berubah drastis secara mengejutkan. Striker andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan batal absen dan siap diturunkan saat menghadapi Belgia di Seattle Stadium (Lumen Field). Keputusan langka FIFA yang mencabut hukuman kartu merah sang pemain langsung memicu perdebatan panas sekaligus kelegakan luar biasa di kubu tuan rumah.

Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, pasang badan membela keputusan kontroversial badan tertinggi sepak bola dunia tersebut. Baginya, keadilan akhirnya tegak karena hukuman kartu merah yang diterima Balogun pada laga sebelumnya dianggap sepenuhnya tidak adil.

Pochettino Sebut Timnya Bukan Penjahat

Folarin Balogun sebelumnya dijatuhi hukuman larangan bertanding satu laga setelah diusir keluar lapangan pada menit ke-64 saat AS menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina. Namun, setelah melakukan peninjauan ulang yang tak biasa di tengah turnamen Piala Dunia, FIFA menganulir suspensi tersebut dan menggantinya dengan masa percobaan selama satu tahun bagi Balogun.

"Reaksi saya sama seperti semua orang yang benar-benar mencintai olahraga ini dan mempercayai etika serta integritas. Kita semua merayakan keputusan ini," ujar Pochettino dalam konferensi pers di Lumen Field. Pochettino menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak diuntungkan secara instan oleh FIFA, mengingat mereka sudah harus berjuang keras di lapangan dengan 10 pemain selama sisa pertandingan melawan Bosnia.

Baca Juga: Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Jinakkan Ambisi Tuan Rumah

"Kami sudah cukup dihukum dengan bermain 10 orang selama 30 minutes dalam keputusan yang sepenuhnya tidak adil. Sembilan puluh sembilan persen publik setuju bahwa itu adalah kartu merah yang keliru. Kami bukan penjahat di sini," tambah pelatih asal Argentina tersebut.

Kabar pembatalan sanksi ini ternyata mengular hingga ke Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada FIFA melalui media sosial karena telah membatalkan apa yang ia sebut sebagai "ketidakadilan besar." Laporan dari The Associated Press bahkan menyebutkan bahwa Trump sempat menghubungi langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan ulang kasus kartu merah tersebut.

Ketika ditanya mengenai adanya dugaan intervensi politik dalam dunia olahraga, Pochettino memilih menghindar secara diplomatis dan mengaku terlalu sibuk mempersiapkan taktik tim untuk memantau media sosial. Di sisi lain, keputusan mendadak ini memantik amarah kubu Belgia. Pelatih timnas Belgia, Rudi Garcia, melontarkan sindiran pedas terhadap keputusan FIFA yang dianggapnya seperti lelucon. "Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia, tanggal 5 Juli itu ternyata adalah tanggal 1 April alias April Fools (April Mop)," sindir Garcia. Federasi Sepak Bola Belgia juga menyatakan "terkejut" dan menilai keputusan FIFA telah menabrak kode disiplin dan regulasi mereka sendiri. Mereka kini sedang menyelidiki semua opsi potensial demi melindungi prinsip dasar fair play.

Respons Berkelas Balogun dan Kesiapan Courtois

Balogun yang sejauh ini menjadi top skor AS dengan torehan tiga gol mengaku bahwa dirinya sempat pasrah dan menilai kartu kuning sebenarnya adalah hukuman yang lebih adil saat insiden terjadi. Sikap tenang Balogun yang tidak melakukan protes berlebihan di lapangan dinilai Pochettino sebagai contoh yang baik untuk pemain muda, yang pada akhirnya berbuah "hadiah" dari FIFA.

Sementara itu, penjaga gawang utama Belgia, Thibaut Courtois, mengaku tidak ambil pusing dengan drama di luar lapangan ini. Baginya, kehadiran Balogun tidak akan mengubah fokus lini pertahanan Setan Merah. "Kami sebagai tim selalu bersiap menghadapi semua profil striker lawan. Balogun adalah striker yang sangat cepat dan punya karakteristik berbeda dengan Ricardo Pepi, tetapi mereka semua adalah penyerang yang berkualitas," pungkas Courtois. (*)

Editor : Indra Zakaria
#amerika serikat