Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diwarnai Keributan Antar-Pemain, Ini Alasan Jarell Quansah Dikartu Merah Saat Inggris Bungkam Meksiko

Indra Zakaria • Senin, 6 Juli 2026 | 13:15 WIB
Jarell Quansah (bawah) dikartu merah.
Jarell Quansah (bawah) dikartu merah.
 

PROKAL.CO, ESTADIO AZTECA — Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko di Estadio Azteca tidak hanya menyajikan drama lima gol, tetapi juga diwarnai aksi ketegangan tinggi. Melansir laporan dari The Sporting News, kemenangan tipis 3-2 Inggris atas sang tuan rumah harus dibayar mahal setelah bek muda mereka, Jarell Quansah, diusir keluar lapangan oleh wasit pada babak kedua.

Meskipun Inggris sempat membungkam publik tuan rumah lewat dua gol kilat Jude Bellingham hanya dalam waktu 98 detik, skuad Tiga Singa justru mulai bermain dengan api sesudahnya. Meksiko berhasil memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum dan memasuki babak kedua dengan momentum penuh. Situasi bagi Inggris semakin runyam saat mereka harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Quansah.

Kronologi Insiden Slide Tackle yang Menyulut Emosi

Petaka bagi Inggris datang ketika Jarell Quansah melakukan tekel seluncur (slide tackle) keras untuk menghentikan pergerakan pemain Meksiko, Jesus Gallardo. Tekel tersebut langsung memicu amarah dari bangku cadangan Meksiko yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

Keributan kecil bahkan sempat pecah di pinggir lapangan yang melibatkan para pemain dan staf dari kedua belah pihak. Menariknya, wasit sempat membiarkan pertandingan tetap berjalan selama sekitar satu menit setelah insiden tersebut. Namun, protes keras dan tekanan bertubi-tubi dari kubu Meksiko akhirnya membuat wasit menghentikan laga untuk berkomunikasi dengan ruang Video Assistant Referee (VAR).

Jarell Quansah.
Jarell Quansah.
 

Mengapa Quansah Tetap Dikartu Merah?

Proses peninjauan lewat layar VAR berlangsung cukup singkat. Setelah melihat tayangan ulang, wasit tanpa ragu langsung merogoh saku belakangnya dan mengacungkan kartu merah langsung kepada bek milik Liverpool tersebut.

Jika dilihat dalam tayangan ulang, Quansah sebenarnya tampak berhasil menyentuh bola terlebih dahulu sebelum kakinya mengenai dan menjatuhkan Gallardo. Kendati demikian, perangkat pertandingan menilai bahwa tekel tersebut terlalu berbahaya dan mengabaikan keselamatan lawan. Wasit menganggap aksi Quansah bukan lagi sekadar upaya merebut bola secara bersih, melainkan sebuah pelanggaran keras yang ilegal.

Kehilangan Quansah memaksa Inggris bermain bertahan dan di bawah tekanan hebat di sepanjang sisa babak kedua. Beruntung, Inggris sempat mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Harry Kane untuk menjaga keunggulan mereka hingga peluit panjang berbunyi.

Kartu merah ini juga menorehkan catatan kelam tersendiri bagi sejarah sepak bola Inggris. Jarell Quansah kini tercatat sebagai pemain timnas Inggris pertama yang menerima kartu merah di putaran final Piala Dunia sejak terakhir kali dirasakan oleh Wayne Rooney pada Piala Dunia 2006 silam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#inggris