Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Argentina Versus Mesir: Perampokan Terang-Terangan dan VAR Harusnya Membawa Keadilan, Bukan Berat Sebelah

Redaksi Prokal • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:00 WIB
Messi dkk. Kemenangan atas Mesir banyak dikecam.
Messi dkk. Kemenangan atas Mesir banyak dikecam.

KANSAS CITY — Gelombang kontroversi kembali mengguncang gelaran Piala Dunia 2026. Pelatih legendaris sepak bola, José Mourinho, melontarkan kritik super pedas terkait kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam laga bertensi tinggi yang mempertemukan Argentina dan Mesir.

Mourinho secara blak-blakan menyebut jalannya pertandingan tersebut berjalan tidak adil dan menuding adanya keberpihakan yang mencolok dari pengadil lapangan untuk menguntungkan tim Tango.

Kecam Pembatalan Gol yang Diulur-Ulur

Ketidakpuasan mendalam Mourinho dipicu oleh inkonsistensi wasit dalam mengambil keputusan krusial di tengah laga. Ia menilai cara perangkat pertandingan menganulir momen penting di lapangan sangat merusak esensi kepatutan sepak bola modern.

“Ini adalah perampokan terang-terangan. Sungguh memalukan apa yang sedang terjadi pada sepak bola. Bagaimana mungkin membiarkan permainan berlanjut, membiarkan gol dicetak, dan baru kemudian memutuskan untuk mundur dan membatalkannya? Jika ada pelanggaran, hentikan pertandingan segera. Jangan tunggu sampai setelah gol," kata José Mourinho dengan nada berang.

Mourinho menganggap pembiaran momentum sebelum akhirnya gol dibatalkan hanya akan memicu kebingungan masal serta merugikan kondisi psikologis para pemain yang sedang bertanding di atas lapangan. Lebih lanjut, pria yang menjuluki dirinya The Special One ini juga mengendus adanya standar ganda yang diterapkan oleh petugas ruang kontrol VAR. Ia mempertanyakan mengapa gol pembuka Argentina yang dinilai sangat berbau offside justru lolos dari pengamatan detail, sementara setiap pergerakan pemain Mesir selalu dicari-cari kesalahannya.

“Kemudian saya bertanya lagi—mengapa gol pertama Argentina tidak ditinjau dengan perhatian yang sama ketika itu tampak sangat dekat dengan offside? Mengapa setiap insiden yang melibatkan Argentina diperiksa, sementara Mesir sepertinya tidak mendapatkan perlakuan yang sama?" tutur Mourinho mempertanyakan asas keadilan laga.

Di akhir kecamannya, Mourinho mengingatkan FIFA bahwa esensi dasar dari penerapan teknologi dalam sepak bola adalah untuk menegakkan kebenaran olahraga, bukan justru menjadi alat yang memicu kecurigaan publik.  "VAR seharusnya membawa keadilan, bukan kebingungan. Hari ini, tampaknya setiap keputusan penting menguntungkan Argentina. Sepak bola pantas mendapatkan yang lebih baik,” pungkas José Mourinho menutup kritik tajamnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#mesir #jose mourinho