KANSAS CITY — Kemarahan kubu Timnas Mesir akhirnya pecah sepenuhnya pascapertandingan penuh kontroversi melawan Argentina di Piala Dunia 2026. Direktur Teknik Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan yang sangat serius dan mengguncang jagat sepak bola internasional dengan menyebut pertandingan tersebut telah diatur untuk memenangkan kubu lawan.
Legenda sepak bola Mesir ini menegaskan tidak akan menahan diri demi membongkar ketidakadilan yang dirasakan oleh timnya di atas lapangan hijau. Hossam Hassan tidak lagi menggunakan bahasa diplomatis saat menghadiri sesi konferensi pers. Dengan nada bicara yang berapi-api, ia siap menghadapi sanksi apa pun dari FIFA demi menyuarakan kebenaran terkait bobroknya kepemimpinan wasit dalam laga tersebut.
"Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan tanpa mempedulikan konsekuensinya, ini jelas-jelas pertandingan yang diatur dan semua orang melihatnya," kata Hossam Hassan dengan nada sangat berang. Bagi Hassan, keputusan-keputusan krusial yang merugikan Mesir sepanjang laga bukanlah sebuah kelalaian manusiawi, melainkan sebuah skenario terstruktur yang bisa dinilai secara kasatmata oleh seluruh penonton di dunia.
Sentil FIFA Terkait Formalitas Turnamen
Puncak kekecewaan Hassan tecermin dari sindiran menohok yang ia alamatkan kepada otoritas tertinggi sepak bola dunia selaku penyelenggara turnamen. Ia mempertanyakan urgensi kehadiran negara-negara lain jika pada akhirnya turnamen tersebut hanya dirancang untuk memuluskan langkah Argentina menuju tangga juara.
"Dan saya ingin mengatakan satu hal lagi, jika mereka begitu menginginkan Argentina menang, mengapa mereka memanggil semua orang untuk datang dan berpartisipasi?" ujar Hossam Hassan mempertanyakan asas keadilan turnamen.
Pernyataan frontal dari sang juru taktik Mesir ini dipastikan memicu kegemparan di internal FIFA dan berpotensi menghadirkan investigasi mendalam, sekaligus mempertegas adanya mosi tidak percaya dari negara-negara Afrika terhadap sistem perwasitan modern saat ini. (*)
Editor : Indra Zakaria