Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Alexis Mac Allister Sebut Mo Salah Pemain Terbaik Kedua Setelah Messi Saat Bertukar Kaus

Indra Zakaria • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:03 WIB
Alexis Mac Allister dan Mo Salah.
Alexis Mac Allister dan Mo Salah.

 
Sebuah momen penuh emosional dan rasa hormat yang tinggi tersaji pascapeluit panjang ditiupkan. Di tengah drama dan atmosfer pertandingan yang menguras air mata, gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, tertangkap kamera menghampiri bintang Mesir, Mohamed Salah, untuk bertukar kaus dan memberikan pelukan hangat.

Bagi Mac Allister, melihat sosok tangguh seperti Salah runtuh dan patah hati di atas lapangan adalah pemandangan yang sangat menyakitkan. Dalam wawancara pascapertandingan, Mac Allister tidak ragu memberikan penghormatan tertinggi kepada rekan setimnya di Liverpool tersebut. Ia bahkan menyejajarkan Salah dengan sang legenda hidup, Lionel Messi.

"Jika melihat seseorang menangis secara emosional dan patah hati, maka seharusnya bukan Mo Salah. Tapi inilah sepak bola," ujar Mac Allister dengan penuh simpati. "Dia bisa dibilang adalah pemain kedua terbaik yang pernah saya mainkan bersamanya setelah Lionel Messi. Dia memberikan segalanya hari ini dengan banyak pengorbanan yang dilakukan dalam pertandingan."

Mac Allister juga mengungkapkan alasan emosional mengapa ia harus mendapatkan kaus Salah di akhir laga ini. Ada kesadaran bahwa momen berada di satu lapangan yang sama dengan sang maestro mungkin tidak akan terjadi lagi di masa depan.

"Saya harus bertukar kaus dengannya karena ini mungkin kali terakhir saya melihatnya atau bermain bersamanya di lapangan yang sama," ungkapnya. Lebih dari sekadar rekan di level klub, Salah ternyata memiliki peran besar dalam perkembangan karier sepak bola Mac Allister melalui wejangan-wejangan pentingnya selama ini.

"Saya telah belajar banyak darinya dan dia telah memberikan saya nasihat terbaik dalam sepak bola untuk meraih kesuksesan sejauh ini. Dia pantas mendapatkan rasa hormat saya atas segalanya," tutup gelandang berbakat tersebut.

Meskipun tensi pertandingan berjalan sangat tinggi dan penuh kontroversi, momen sportivitas dan brotherhood yang ditunjukkan oleh Mac Allister dan Mohamed Salah menjadi bukti bahwa di atas rivalitas 90 menit, ada rasa hormat yang abadi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#mo salah