Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Box Office Asia-Pasifik Turun 88 Persen

izak-Indra Zakaria • Selasa, 5 Mei 2020 - 21:42 WIB
Bioskop di China tutup sejak Januari lalu.
Bioskop di China tutup sejak Januari lalu.

NEW YORK-Bioskop di beberapa negara Asia-Pasifik terpaksa ditutup untuk mencegah persebaran Covid-19. Hal itu seiring dengan ditundanya perilisan dan produksi film akibat pandemi tersebut. Akibatnya, pendapatan box office bioskop Asia-Pasifik turun 88 persen pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut berdasar laporan S&P Global Market Intelligence dan OPUSData.

Pendapatan box office selama periode Januari hingga Maret hanya menunjukkan angka USD 528 juta (Rp 7,9 triliun). Padahal, Asia-Pasifik merupakan wilayah bioskop terbesar di dunia. Tiongkok menjadi wilayah box office terbesar di dunia setelah Amerika Utara. Kemudian, disusul Jepang pada posisi ketiga dan Korea Selatan di posisi keempat. Belum ditambah wilayah Australia dan Selandia Baru yang menghasilkan pendapatan konsisten serta negara dengan kekuatan moviegoers yang cukup besar seperti Indonesia.

Tiongkok menutup bioskop sejak Januari lalu. Beberapa bioskop kecil mencoba buka pada pertengahan Maret lalu, tetapi tak lama kemudian kembali ditutup. Penjualan tiket turun 97,4 persen dari tahun ke tahun. Film besar terakhir yang dirilis adalah Star Wars: Episode IX–The Rise of Skywalker pada Desember 2019.

Bahkan, China Film Administration (CFA) memprediksi box office Tiongkok akan turun USD 4,2 miliar (Rp 63,5 triliun) sepanjang 2020. Angka itu hampir setengah dari pendapatan kotor tahun lalu, USD 9,2 miliar (Rp 139 triliun). ’’Epidemi ini telah menciptakan krisis bagi industri film, memaksanya untuk mereformasi dan meningkatkan diri,’’ kata Direktur CFA Wang Xiaohui sebagaimana dilansir dari Screen Daily.

Kemudian, di Jepang terjadi penurunan 46 persen (menjadi USD 190 juta atau Rp 2,9 triliun) pada trimester pertama. Padahal, Jepang baru mengumumkan status darurat Covid-19 pada pertengahan April dan pemerintah setempat tidak mewajibkan penutupan bioskop. Meski, banyak bioskop yang tutup sendiri.

Di sisi lain, menurut data S&P, angka box office Korea Selatan turun 65 persen menjadi USD 140 juta (Rp 2,1 triliun). Meski begitu, Korean Film Council menyebutkan, penjualan turun dari USD 16,8 juta (Rp 253,9 miliar) pada Januari menjadi USD 7,37 juta (Rp 111,4 miliar) pada Februari dan anjlok menjadi USD 1,83 juta (Rp 27,7 miliar) pada Maret. (Hollywood Reporter/Variety/adn/c6/nda)

Editor : izak-Indra Zakaria
#film