Ada berbagai metode diet yang bisa diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan seseorang.
Salah satu yang banyak dilakukan adalah dengan menghitung kalori atau makronutrien dalam setiap porsi makanan yang ada di piring.
Namun tidak sedikit orang yang kebingungan untuk menghitung porsi makanan dan menyeimbangkannya untuk tetap pada jalur yang benar.
Dikutip JawaPos.com dari MealPro, menghitung porsi makanan dapat dilakukan dengan sangat mudah menggunakan perangkat pengontrol porsi yang dimiliki oleh tubuh manusia, yaitu tangan.
Ukuran tangan setiap orang adalah unik dan sesuai dengan persyaratan ukuran porsi makan, dengan penjelasan bahwa semakin besar tangan seseorang maka semakin banyak makanan yang dibutuhkan.
Cara mengukurnya adalah dengan telapak dan kepalan tangan. Satu tangan penuh berarti satu porsi protein yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kemudian satu kepalan tangan adalah satu porsi karbohidrat, sedangkan dua kepalan tangan adalah satu porsi sayuran standar yang dibutuhkan.
Namun, porsi makanan di piring juga harus disesuaikan dengan tujuan diet tiap-tiap orang yang pastinya berbeda.
Sesuai dengan panduan food plate balance atau keseimbangan piring makan, jumlah karbohidrat, protein, dan sayur atau buah disesuaikan dengan tujuan diet serta seberapa aktifnya orang tersebut.
Jika seseorang ingin mempertahankan berat badan atau sedang melakukan latihan sedang, porsi piring disarankan terdiri atas 50 persen buah dan sayur, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat.
Berbeda lagi ketika seseorang ingin membentuk massa otot atau sedang melakukan latihan berat, maka porsinya adalah 33 persen buah dan sayur, 33 persen protein, dan 33 persen karbohidrat, atau masing-masing sepertiga bagian piring.
Sedangkan untuk yang ingin mengurangi berat badan, disarankan menggunakan porsi 50 persen buah dan sayur, 35 persen protein, dan 15 persen karbohidrat.
Perlu diperhatikan, kebutuhan karbohidrat berhubungan langsung dengan tingkat aktivitas fisik, sehingga seseorang harus makan lebih banyak karbohidrat saat sangat aktif bergerak.
Kemudian kebutuhan protein berhubungan langsung dengan massa tubuh tanpa lemak.
Mengisi piring dengan seperempat hingga sepertiga protein berkualitas tinggi akan memberi sekitar 30-40 gram per makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 1 gram protein per 1 pon massa tubuh tanpa lemak.
Angkat berat dan latihan intensitas tinggi memerlukan lebih banyak karbohidrat dan lebih banyak protein, dibandingkan dengan aktivitas sedang. Sehingga pentingnya diet dengan porsi yang sesuai dibutuhkan agar tubuh tidak lemas dan sakit.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria