Angka penonton bioskop Indonesia makin membaik. Bahkan hampir menyamai catatan sebelum pandemi pada 2019. Dalam riset kolaborasi Bicara Box Office (BiBO) –analis film dan box office tanah air– dengan Deadline, jumlah penonton bioskop di sepanjang 2023 mencapai 114,5 juta. Angka itu naik hingga 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang ada di 100 juta penonton.
Hal itu pun hanya berselisih 24 persen dari jumlah penonton di era sebelum pandemi. Pada 2019 jumlah penonton bioskop mencapai 152 juta. Dalam analisis yang dirilis kemarin (5/1), perfilman Indonesia pada tahun 2023 juga dimulai dengan cukup perlahan. Namun, memasuki kuartal terakhir, jumlah film produksi lokal membanjir. Sepanjang tahun lalu, film Indonesia di bioskop disaksikan sebanyak 53,3 juta atau sekitar 48 persen dari total jumlah penonton.
Sama seperti 2022, film horor masih menjadi pemuncak box office tahunan film Indonesia. Pada 2023 Sewu Dino –film horor besutan Kimo Stamboel– menjadi film terlaris. Proyek tersebut berhasil mengumpulkan 4,89 juta penonton, sebelum dirilis di Prime Video pada Oktober lalu.
Catatan itu pun mengulang keberhasilan MD Pictures lewat KKN di Desa Penari pada 2022. Versi orisinal film tersebut disaksikan 9,23 juta penonton. Sementara, jika ditambah dengan KKN di Desa Penari versi extended cut, jumlah penonton bahkan melampaui 10 juta.
Berdasar data yang dihimpun BiBO, Sewu Dino pun menjadi film yang paling banyak ditonton di Indonesia. Di posisi kedua, ada Fast X dengan 4,81 juta. Meski demikian, pihak produksi franchise Fast Universal mengklaim, selama tayang di tanah air, filmnya disaksikan 5,1 juta penonton.
Yang menggembirakan, film Indonesia perlahan menjadi tuan di negeri sendiri. Sebanyak 18 film produksi tanah air yang rilis pada 2023 berhasil mencatatkan jumlah penonton di atas 1 juta. Catatan tersebut lebih baik daripada tahun 2019. Saat itu ada 15 film yang berhasil mencatatkan lebih dari 1 juta penonton. (fam/c9/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria