Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pretty Little Liars Dibuat dalam Versi Indonesia

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 18 April 2020 - 18:24 WIB
ADAPTASI: Salah satu potongan adegan Pretty Little Liars versi Indonesia yang mulai tayang di Viu pada Rabu (22/4). Viu for Jawa Pos
ADAPTASI: Salah satu potongan adegan Pretty Little Liars versi Indonesia yang mulai tayang di Viu pada Rabu (22/4). Viu for Jawa Pos

JAKARTA– Setelah Gossip Girl, ada satu lagi serial di bawah lisensi Warner Bros. yang bakal dirilis dalam versi Indonesia. Yakni, Pretty Little Liars.

Sebelumnya, serial crime drama-thriller AS yang merupakan adaptasi novel karya Sara Shepard itu tayang di ABC Family pada 2010–2017. Dibintangi Troian Bellisario (Spencer), Ashley Benson (Hanna), Lucy Hale (Aria), Shay Mitchell (Emily), dan Sasha Pieterse (Alison), Pretty Little Liars mengangkat kisah persahabatan yang merenggang setelah salah seorang dari mereka (Alison) menghilang. Sejak itu, Spencer, Hanna, Emily, dan Aria diteror seseorang berinisial A yang mengancam mereka lewat pesan misterius.

Jalan cerita, konsep, dan genre yang ditawarkan Pretty Little Liars versi Indonesia kurang lebih sama. Dikisahkan, Sabrina (Valerie Thomas, terinspirasi Spencer), Aria (Shindy Huang, terinspirasi Aria), Hanna (Anya Geraldine, terinspirasi Hanna), dan Ema (Eyka Farhana, terinspirasi Emily) diteror seseorang berinisial A yang mengancam akan membocorkan rahasia mereka. Peristiwa itu terjadi setelah sahabat mereka, Alissa (Yuki Kato, terinspirasi Alison), menghilang secara misterius.

Sutradara Emil Heradi menjadi pengarah serial yang mulai tayang pada Rabu (22/4) di Viu itu. Pretty Little Liars versi Indonesia mempertahankan unsur dan alur versi aslinya, tetapi dengan warna baru. ’’Plot twist dan detail cerita juga dibikin beda dari versi aslinya,’’ katanya saat jumpa pers digital yang diikuti Jawa Pos Kamis lalu (16/4).

Sejumlah penyesuaian dilakukan agar jalan cerita lebih relevan dengan kondisi saat ini. Misalnya, pengangkatan cyberbullying yang dilakukan oknum anonim (dalam hal ini tokoh A) kepada para pemeran utama. ’’Cyberbullying kan nyambung banget sama kondisi sekarang. Media sosial sudah sangat maju daripada sepuluh tahun lalu,’’ ujar Emil.

Para cast sudah menjalani syuting pada Agustus tahun lalu. Bagi Yuki, Shindy, Anya, Eyka, dan Valerie, tantangan terbesar mereka ialah mendalami karakter agar ciri khas yang terbentuk dari versi aslinya tetap terjaga. Salah satu caranya, menonton Pretty Little Liars versi asli.

Selain itu, mereka mengaku punya kesamaan dengan karakter yang dimainkan. Shindy, misalnya. Menurut aktris film Bebas tersebut, dirinya dan Aria sama-sama pemikir. Logis serta penyuka musik dan buku. ’’Meskipun secara fisik enggak mirip atau enggak segotik Aria, secara sifat inner sih kurang lebih sama,’’ tuturnya.

Sementara itu, Eyka mengaku punya jiwa rebel, kuat, dan percaya diri seperti Ema. Namun, aktris Malaysia itu sempat menemui kesulitan saat harus bertutur dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Lantas, apakah mereka tidak down jika dibandingkan dengan karakter dan versi aslinya? Para cast mengaku sempat down. ’’Kami mah semangat aja meski ada pressure. Itung-itung, gue belajar PD menghadapi cyberbullying,’’ ucapYuki, lantas tertawa. (len/c18/nda)

Editor : izak-Indra Zakaria
#film