Keputusan Lady Gaga kembali ke genre dance pop berbuah manis. Di pekan pertama rilis album barunya, Chromatica ada di posisi pemuncak Billboard 200.
Mengutip Nielsen Music/MRC Data, penjualan Chromatica hingga akhir pekan lalu tercatat setara dengan 274 ribu unit. Jumlah itu adalah akumulasi penjualan album, streaming, serta penjualan per track di Amerika Serikat.
Jumlah tersebut adalah yang tertinggi buat musisi perempuan di sepanjang tahun 2020. Penjualan lainnya didominasi para pria. Tahun ini, predikat album terlaris Amerika Serikat masih jadi milik The Weeknd. Album After Hours, yang dirilis pada pertengahan Maret lalu, mencetak penjualan setara dengan 440 ribu unit.
Lady Gaga juga jadi perempuan kedua yang mampu ada di pemuncak Billboard 200. Pada akhir Januari, Selena Gomez berhasil ada di peringkat satu dengan album Rare. Posisi pemuncak masih didominasi pria. Total, sepanjang tahun ini ada 20 musisi pria –18 solois serta dua grup, BTS dan grup hiphop Jackboys.
Musisi perempuan yang kali terakhir meraih penjualan pekan perdana terbesar adalah Taylor Swift. Tahun lalu, album Lover mampu meroket di peringkat satu dengan total penjualan setara dengan 867 ribu unit.
Chromatica pun jadi album keenam Gaga yang berhasil ada di pemuncak chart album terpopuler. Rekor itu mengantar musisi bernama berdarah Italia itu ”sejajar” dengan Beyonce, Mariah Carey, Britney Spears, dan Taylor Swift. Mereka sama-sama punya enam album yang sukses ada di pemuncak Billboard 200. Namun, Gaga meraihnya dalam waktu relatif cepat. Yakni, sembilan tahun dua hari. Lebih cepat dari Swift yang ”mengumpulkan” catatan serupa dalam waktu 10 tahun 9 bulan. (Billboard/fam/c25/jan)
Editor : izak-Indra Zakaria