Nama Hugh Grant dikenal berkat film-film dekade 90-an dan awal 2000-an. Aktor asal Inggris itu kerap ditampilkan sebagai pria baik hati dan romantis. Sebut saja Notting Hill (1999), Bridget Jones’s Diary (2001), atau Music and Lyrics (2007).
Namun, Grant kini lebih memilih karakter yang lebih misterius dan gelap. Salah satunya, sebagai dokter Jonathan Fraser di drama serial thriller The Undoing yang tayang mulai kemarin (26/10) di kanal HBO.
The Undoing merupakan adaptasi dari novel You Should Have Known karya Jean Hanff Korelitz. Serial besutan sutradara Susanne Bier itu bercerita tentang terapis kejiwaan Grace Fraser (Nicole Kidman) yang awalnya punya hidup damai. Namun, ketenangan Grace terusik ketika salah satu kenalannya tewas mengenaskan.
Situasi semakin buruk saat suami Grace, Jonathan Fraser (Hugh Grant), menjadi tersangka utama kasus pembunuhan. Perlahan, Grace menemukan sisi lain suaminya yang ternyata bukan sepenuhnya pria baik-baik. Jawa Pos berkesempatan ngobrol dengan Grant tentang karakternya. (len/c12/ayi)
Mengapa tertarik menjajal peran yang dark?
Saya lebih suka menjajal peran yang lebih misterius dan suram saat ini. Saya ingin banyak orang memperhatikan sisi diri saya yang lebih riil. Sejujurnya sudah bosan harus menjadi nice guy atau pria romantis. Ini sangat melegakan, haha...
Apa yang membuat setuju bermain di The Undoing?
Saya sempat keberatan ketika harus membintangi serial televisi meski dapat banyak tawaran. Saya adalah aktor film. Namun, saya percaya bahwa HBO selalu punya produksi yang berkelas, baik dalam hal cerita maupun eksekusi. Ditambah, sutradara Susanne Bier punya kredibilitas yang bagus. The Undoing punya jalan cerita seru yang bisa jadi berubah dari apa yang sudah dijelaskan. Itu cukup menantang dan saya bergabung.
Silakan bercerita tentang karakter Jonathan?
Saya sendiri cukup penasaran dan menerka-nerka ketika kali pertama membaca skrip. Misalnya, mengapa dia tiba-tiba seolah menghilang saat ada kasus terjadi. Sebenarnya sulit menjawab pertanyaan ini tanpa spoiler. Yang pasti, selama 6 episode, akan ada banyak rahasia yang terungkap dari para karakter, termasuk Jonathan.
Jonathan memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang. Bagaimana menghidupkannya?
Prosesnya sebenarnya sama dengan saat mendalami peran yang lain. Saya tidak hanya mencari tahu karakternya saat cerita berlangsung, tapi juga apa yang terjadi pada dirinya pada masa lalu sebelum cerita terjadi.
Ada kesamaan dengan Jonathan?
Hmm.., menurutku, kami sama-sama adalah sosok ayah yang punya keterikatan emosi dengan anak-anak. Saya cukup terbantu dengan pengalaman sebagai ayah ketika harus memerankan adegan di mana Jonathan ingin tetap menunjukkan perhatian pada anaknya meski punya masalah yang berat.
Kabarnya sempat grogi ya?
Oh iya. Saat pengambilan adegan, saya sering merasa panik atau merasa sulit beradaptasi. Terlebih, syuting dilakukan di banyak lokasi. Banyak yang kewalahan gara-gara saya.
Bagaimana mengatasinya?
Jonathan adalah karakter yang kompleks. Begitu banyak kejadian dan emosi yang dialami. Saya mencatat banyak hal di skrip sebagai referensi ketika berakting. Misalnya, tentang isi pikiran dan hati serta situasi atau latar tempat berlangsungnya adegan. Itu membuat saya lebih siap.
Tentang The Undoing
1. Selain menjadi pemeran utama, Nicole Kidman menjadi salah satu produser eksekutif.
2. Menurut sutradara Susanne Bier, The Undoing tak hanya mengangkat cerita tentang sisi gelap seseorang. ”Di sini ada isu kesenjangan kelas, privilege orang kaya, dan juga tentang seksisme,” kata Bier.
3. Bier menggambarkan interaksi Grant dan Kidman di serial ini sebagai salah satu daya tarik selain cerita yang penuh teka-teki. ”Hmm.., apa ya. Mereka mampu menghasilkan chemistry yang intens, dramatis, dan misterius. Bahkan, hubungan mereka tak bisa ditebak,” kata Bier.
4. Produksi film dimulai pada tahun lalu. Awalnya, serial akan ditayangkan pada Mei lalu. Namun, akhirnya diundur ke Oktober karena adanya pandemi Covid-19.
Editor : izak-Indra Zakaria