Janariah menjadi salah seorang saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kasus laka lantas anaknya, Gaga Muhammad. Dia membantah tudingan jika keluarganya disebut angkat tangan dengan kondisi mendiang selebgram Edelenyi Laura Anna setelah kecelakaan.
Janariah mengaku pernah mendatangkan terapis tulang untuk Laura. ’’Tiga kali saya datangkan terapis itu dari Makassar. Saya bawa ke rumah Laura,’’ katanya setelah sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, (28/12).
Dia melanjutkan, Gaga bertanggung jawab atas perbuatannya dengan merawat Laura selama setahun. Menurut Janariah, putranya tidak seburuk yang dikatakan pihak keluarga Laura. Janariah menuding keluarga Laura telah berbohong kepada publik. ’’Nggak mungkin kan Gaga tiap menit, tiap detik ganti diaper? Jadi, kalau Gaga dibilang (datang, Red) hanya makan dan main game, itu fitnah,’’ ujarnya.
Namun, upaya-upaya itu terpaksa dihentikan lantaran pihaknya diminta membayar biaya ganti rugi kondisi Laura sebesar Rp 12,5 miliar. ’’Saya bilang nggak sanggup segitu. Saya transfer Rp 20 juta dari asuransi untuk Laura,’’ ucapnya.
Janariah mengklaim tidak punya tabungan dalam jumlah besar. Dia justru setuju jika Gaga menikahi Laura sebagai bentuk tanggung jawab. ’’Kalau dia minta Gaga tanggung jawab dengan nikahin Laura, saya katakan oke. Pasti saya kasih nafkah,’’ terang Janariah.
Istri Asep Yusman itu juga membantah tuduhan pernah menggesek ATM Laura saat Laura tak sadarkan diri. ’’Demi Allah aku tidak melakukan, menyentuh aja nggak. Kalau almarhumah (Laura, Red) meninggalkan fitnah itu, mudah-mudahan dia dapat keadilan di sana,’’ tutur Janariah.
Gaga dan Laura mengalami kecelakaan tunggal pada akhir 2019. Akibatnya, Laura divonis lumpuh seumur hidup karena spinal cord injury. Hampir dua tahun berlalu, Laura memerkarakan peristiwa itu ke jalur hukum. Gaga pun ditetapkan sebagai terdakwa dan ditahan di Satlantas Polres Metro Jakarta Timur sejak awal November 2021. Hingga pada 15 Desember lalu Laura meninggal. Kendati demikian, proses hukum terhadap Gaga dipastikan tetap berjalan. (shf/c18/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria