Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kenali Karakter Tanaman, Usir Hama dengan Daun Mint

izak-Indra Zakaria • Selasa, 3 Januari 2023 - 19:45 WIB
Cherry belle radish. (WENI UNTUK JAWA POS)
Cherry belle radish. (WENI UNTUK JAWA POS)

Menanam tanaman pangan tak melulu harus dilakukan di desa atau lahan berhektare-hektare. Namun, bisa juga dilakukan di kota dengan lahan minimalis. Selama ada kemauan untuk mengolahnya, opsi tersebut masih bisa dilakukan.

HAL itu seperti yang dilakukan Weni . Wanita kelahiran Surabaya yang kini menetap di Jakarta itu termasuk salah seorang yang sukses membangun raised bed di kediamannya di kawasan Bintaro. Raised bed merupakan lingkup lahan yang dibuat di atas tanah, ataupun dak yang dibatasi dengan wadah. Atau, bahasa sederhananya: bak tanaman.

Weni menceritakan, sejak kecil dirinya sudah senang menanam. Hobi itu menurun dari ibu dan neneknya yang punya tradisi berkebun. Pengetahuan dasar itulah yang kemudian menuntunnya untuk mengelola raised bed secara serius. ’’Saya selalu bertanam sejak kecil, tapi untuk serius banget bikin raised bed ini baru 2018 setelah ikut kursus bikin kompos rumahan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.

Tekad itu kian kuat setelah melihat sebagian besar produk tanaman yang dikonsumsi dari pasaran tidak cukup memuaskan. Jadi, untuk mendapatkan kembali kendali atas asupan produk segar yang dikonsumsi, dia mulai menanam di raised bed-nya. ’’Saya ingin memberikan makanan terbaik untuk anak saya. Pembelajaran untuk anak-anak supaya leb ih suka makan sayur dan menghormati petani,’’ imbuhnya.

Kini, setelah empat tahun berjalan, koleksi raised bed miliknya sudah terkumpul puluhan jenis. Baik sayuran lokal maupun nonlokal. Mulai terong, tomat, timun, daun ketumbar, kale nero, kale russian, okra, kenikir, basil, dill, daun kari, cherry belle radish, hingga beraneka salad dan sebagainya.

Semuanya tersebar ke sejumlah raised bed. Ada yang berukuran 2,6 x 5,2 meter hingga yang terbesar 8 x 8 meter. Dari tanaman tersebut, Weni bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah sendiri. ’’Kalau sayuran lokal, bisa 100 persen. Untuk sayuran nonlokal, hanya 30 persen,’’ tuturnya.

Lantas, bagaimana cara mengelola raised bed? Hal mendasar yang harus disiapkan adalah kualitas tanah yang baik. Di Jakarta, Weni menilai tanah tidak cukup baik karena tekstur padat dan berlempung. Oleh karenanya, dia harus mencampurkan dengan tanah lain yang subur, sekam bakar, sekam basah, kompos buatan sendiri, dan pupuk kandang. ’’Jangan lupa untuk mengistirahatkan tanah selama beberapa hari sebelum menanamnya,’’ tutur perempuan yang kerap membagikan tips berkebun lewat Instagram @tropicalsagegarden itu.

Untuk kompos, Weni mengelola secara mandiri. Selain kotoran hewan yang diperoleh dari luar, dia memanfaatkan sisa makanan nabati dari dapur yang ditambahkan bubuk kopi hingga telur.

Di Jakarta, kata Weni , waktu yang tepat untuk menanam secara umum pada April. Sebab, cuaca relatif mendukung dengan intensitas hujan rendah. Bagi tanaman, terlalu banyak air justru tidak sehat. Bahkan bisa mengakibatkan pembusukan.

Pada awal-awal masa percobaannya, Weni memilih banyak tanaman lokal yang cocok dengan iklim tropis Jakarta. Beberapa tanaman yang dia rekomendasikan untuk pemula adalah kangkung, okra, kemangi, pakcoy, hingga sawi. ’’Sebagian besar tanaman tersebut tumbuh dengan cepat dan siap panen dalam waktu singkat,’’ jelasnya. Sebagai pelengkap, bisa juga ditambahkan tanaman bumbu seperti cabai, pandan wangi, kunyit, dan jahe. Berbagai benih itu didapatnya dari relasi maupun hasil budi daya sendiri.

Untuk penanganan, Weni menyebut sangat beragam. Sebab, setiap tanaman punya karakter masing-masing. Untuk sayur dill, misalnya, harus ditutup atap untuk menghindari hujan berlebih. ’’Tapi, ada juga kale nero, tanaman nonlokal yang bisa ditanam di luar tanpa atap dan mudah perawatannya,’’ tuturnya.

Lalu, bagaimana mencegah penyakit dan hama? Selain menambahkan pupuk untuk menguatkan tanaman, Weni punya trik sendiri. Yakni, menyiapkan spot khusus untuk ditanami bunga matahari, bunga kenikir, hingga dedaunan wangi seperti serai, min, hingga pandan. Tujuannya, agar hama meninggalkan tanaman dan bisa beralih ke spot khusus tersebut. ’’Jadi, dedikasikan satu area untuk menanam bunga-bungaan yang bisa menarik predator alami serangga,’’ kata dia. Sebagai tambahan, Weni juga rutin menyemprotkan minyak yang dibuat khusus atau pestisida alami.

SUKSES BERTANAM ALA RAISED BED

• Pilih tanah dengan kualitas bagus. Bisa juga mencampurkan tanah lain yang subur, sekam bakar, sekam basah, kompos buatan sendiri, dan pupuk kandang.

• Kenali jenis tanaman dan karakternya. Misalnya, kale nero yang bisa ditanam di luar tanpa atap. Namun, ada juga tanaman lain yang tak perlu sinar matahari langsung.

• Cegah hama. Salah satu caranya, menanam bunga untuk menarik predator alami serangga. (jpc)

Editor : izak-Indra Zakaria