Kopi Sebabkan Asam Lambung, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya
izak-Indra Zakaria• 2023-07-21 12:41:19
Ilustrasi orang menahan sakit akibat asam lambung. (ANTARA/HO/Pexels)
Seorang pria berinisial AG ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya yang berada di Kalurahan Jambidan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta Minggu (16/7) malam. Pria yang dilaporkan berprofesi sebagai desainer grafis ini diduga kehilangan nyawanya karena menderita asam lambung akibat sering begadang dan minum kopi.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengungkapkan AG sudah meninggal sejak tiga jam sebelum ia ditemukan. Dalam kamar AG juga ditemukan beberapa suplemen dan minuman energi.
Namun dipastikan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan keterangan dari pihak keluarga korban yang menyatakan AG beberapa hari yang lalu memang sempat mengeluhkan sakit perut karena asam lambung.
"Atas kejadian ini pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah. Serta jenazah korban akan dibawa ke Purworejo untuk dimakamkan," ujar Jeffry yang dikutip dari Radar Jogja, Jumat (21/7).
Sebenarnya asam lambung berperan penting dalam proses pencernaan. Tanpa asam lambung, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan. Selain itu, asam lambung juga berfungsi untuk menetralisir enzim dan membunuh kuman berbahaya yang mungkin tidak sengaja terbawa di dalam makanan yang dikonsumsi.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan jumlah kadar asam lambung sesuai kebutuhan tubuh. Dan penyakit asam lambung merupakan gangguan kesehatan akibat asam lambung berlebih.
Dilansir dari website resmi Siloam Hospital, penyakit asam lambung dalam bahasa medis disebut gastroesophageal reflux disease atau biasa disingkat GERD, merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu simtom atau perubahan mukosa yang diakibatkan oleh gangguan sistem saluran pencernaan, di mana asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus).
Salah satu gejala GERD adalah sensasi perih dan terbakar di dada yang terasa mengganggu. Namun gejala lain yang juga dikeluhan oleh penderita GERD seperti berikut :
Mual
Rasa pahit di mulut
Karies pada gigi
Regurgitasi (makanan kembali ke mulut dari kerongkongan)
Nyeri menelan atau kesulitan menelan
Batuk kronis
Sakit tenggorokan dan suara serak
Bau mulut
"Penyebab GERD adalah akibat melemahnya sfingter esofagus atau otot-otot pembatas antara kerongkongan dan lambung sehingga menyebabkan refluks (aliran balik) atau naiknya asam lambung ke saluran esofagus (kerongkongan). Paparan asam lambung yang berulang-ulang naik ke esofagus akan mengakibatkan iritasi pada lapisan esofagus atau kerongkongan," ujar dr. Agus Sudiro Waspodo, SpPD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroentero dan hepatologi Siloam Hospital yang dikutip dari website resmi Siloam Hospital.
Namun ada beberapa faktor lain yang berhubungan dengan makanan menjadi pemicu GERD, antara lain mengkonsumsi makanan dan minuman yang memiliki rasa kuat dan kebiasaan makan yang tidak baik.
Siapa pun dan berapa pun usia seseorang tetap memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit asam lambung (GERD), namun beberapa di antaranya memiliki risiko lebih tinggi. Namun kemungkinan seseorang menderita asam lambung sendiri entah itu ringan atau parah bisa meningkat setelah usia 40 tahun.
Selain itu, seseorang juga rentan terkena GERD apabila:
Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
Sedang hamil
Sering merokok atau menghirup asap rokok
Memiliki gangguan jaringan ikat seperti scleroderma
Hernia hiatus (tonjolan dari bagian lambung yang melewati celah diafragma dan dapat menghalangi makanan masuk ke lambung).
"Penyakit GERD yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat memicu komplikasi, seperti luka pada kerongkongan, iritasi kerongkongan bahkan kanker esofagus," ujar dr. Fadhli Rizal Makarim yang dikutip via Halodoc.
GERD dapat diobati dengan obat-obatan dokter maupun yang dijual bebas. Berikut beberapa contoh obat asam lambung yang biasa digunakan untuk mengobati asam lambung :
Antasidaberfungsi untuk membantu menetralkan asam lambung. Biasanya obat ini digunakan untuk mengatasi refluks asam dan asam lambung ringan.
Penghambat Reseptor H2 berfungsi mengurangi produksi asam lambung. Contohnya: Famotidine dan Cimetidine.
Proton Pump Inhibitor (PPI) berfungsi menghambat produksi asam lambung yang lebih kuat dan bisa membantu menyembuhkan jaringan kerongkongan yang rusak. Contohnya: Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole, Pantoprazole dan Rabeprazole.
Prokinetic Agents berfungsi meningkatkan motilitas gastrointestinal dengan meningkatkan frekuensi kontraksi di usus halus atau membuat kontraksi lebih kuat tanpa menggangu ritmenya.
Namun perlu diketahui bahwa konsumsi obat-obatan juga memiliki efek samping. Penderita GERD dianjurkan untuk mencoba mengatasi penyakit tersebut dengan mengubah pola hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, menghindari makan dalam porsi besar dan berat di malam hari, menghindari makanan pemicu seperti cokelat, kafein, dan alkohol, makan maksimal 3 jam sebelum tidur dan tidak langsung berbaring setelah makan. (*)