Diamanahi sebagai lurah, bukan hanya menjalankan tugas di kantor saja. Tapi, juga harus dekat dengan warganya. Seperti dilakukan Lurah Gadang, Anisaellina cukup menarik. Dia membangun Ruang RTRW.
Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.
Ruang RTRW ini bukan kepanjangan dari Rencana Tata Ruang Wilayah. Melainkan ruangan bagi ketua RT dan RW, termasuk dewan kelurahan dan masyarakat. “Aula pertemuan di Kelurahan Gadang saya bikin sebagai tempat kumpul ketua RT, RW, dewan kelurahan dan masyarakat. Semua warga Gadang boleh ngumpul di sini,” ujarnya.
Anisa bercerita panjang lebar kenapa sampai membuat Ruang RTRW. Dua bulan pascadilantik sebagai lurah awal Januari 2023, ia bergerak cepat melakukan pendekatan dengan masyarakatnya.
Sebenarnya bisa saja ia menggunakan WhatsApp sebagai sarana berkomunikasi dengan para ketua RT dan ketua RW. Tapi, baginya itu tidak cukup. Tatap muka akan lebih bagus. Pertemuan langsung dapat mempererat silaturahmi. Makanya ia sengaja menyulap aula kelurahan sebagai tempat kumpul ketua RT, RW, dewan kelurahan dan masyarakat.
Ukurannya tidak terlalu besar, sekitar satu ruangan kamar. Letaknya di lantai dasar kantor. Sementara kantor pelayanan kelurahan berada di lantai dua. Supaya terlihat menarik, sengaja diletakkan beberapa tanaman hias di tepi ruangan.
Ruangnya terbuka. Tempat tersebut tidak hanya bisa dijadikan sebagai ruangan pertemuan warga, juga sebagai tempat santai. Di kelurahan lain jarang ada ruangan khusus seperti ini.
Pertemuan rutin ketua RT dan RW setiap bulan sebelumnya, selalu digelar di salah satu rumah ketua RT. Sekarang tak perlu lagi. Mereka bisa menggelar di tempat yang sering disebut warga basecamp. “Di basecamp, lebih leluasa. Ngobrolnya juga lebih asyik, tidak terlalu formal,” ungkapnya.
Selama beberapa bulan ini, mantan Kasubag Umum Kepegawaian Inspektorat Banjarmasin itu melihat belasan ketua RT dan ketua RW, termasuk dewan kelurahan dan masyarakat sering kumpul di basecamp.
Terutama para ketua RT. Biasanya mereka mengerjakan tugas laporan, seperti data warga yang meninggal, update data penduduk di wilayahnya, atau data warga penerima bantuan, dan sebagainya.
“Mereka kerjanya di situ. Kelurahan jadi cepat tahu kalau ada informasi baru. Misalnya, ada warga yang meninggal dan sebagainya,” ujarnya.
Di Ruang RTRW tersebut banyak hal dilakukan. Tidak hanya sekadar kumpul sambil ngobrol ngalor ngidul. Tapi, juga berdiskusi mengenai pembangunan di Kelurahan Gadang.
Beberapa usulan masyarakat itu akhirnya ditampung dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kelurahan untuk diusulkan ke kecamatan dan Pemko Banjarmasin. “Usulan masyarakat yang berhasil masuk dalam musrenbang kecamatan dan Pemko Banjarmasin adalah perbaikan jalan di RT 5, dan bedah rumah di RT 4,” katanya.
Anisa bercerita pernah suatu ketika, ada warga punya ide membudidayakan maggot atau belatung dari telur lalat hitam (BSF) yang memakan sampah organik. Dalam bidang peternakan maupun pertanian, maggot juga memiliki manfaat tersendiri. Maggot dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber kompos atau pupuk organik yang tidak berbau.
Penggunaan maggot untuk pertanian juga dapat menekan penggunaan pupuk berbahan kimia. Di bidang peternakan, maggot juga dapat dijadikan pakan unggas dan ikan. Nilai proteinnya tinggi mencapai 51%. “Maggot juga sebagai bahan dasar kosmetik. Bisa menjadi usaha baru. Itu masih dalam proses,” katanya.
Menurutnya, dari sekian kelurahan yang ada di Banjarmasin, banyak penduduknya yang masih masuk dalam kategori miskin. Dari 2.652 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Gedang, 1.500 KK di antaranya masuk kategori miskin.
“Orang hanya melihat yang berada di tepian Jalan Veteran, banyak ruko atau rumah besar. Tapi, di dalamnya banyak masyarakat miskin,” ujarnya.
Anisa punya niat membantu meningkatkan perekonomian warganya. Caranya dengan memberikan pelatihan dan pembinaan. Misalnya pembuatan kerupuk, jamu, dan sebagainya.
“Kami bina dan bantu pemasarannya. Selama ini mungkin mereka terbatas ide dan kemampuan, hingga tak bisa mengembangkan usahanya. Doakan bisa segera terwujud,” cetus Anisa.(az/dye)
Editor : izak-Indra Zakaria