Terinspirasi sang Anak Kembar

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 24 Juli 2023 | 09:53 WIB
Rio Satrio
Rio Satrio

MUHAMMAD Janwar Rien Satryo, atau yang lebih dikenal Rio Satrio, merupakan singer-songwriter asal Samarinda. Pria kelahiran Samarinda, 21 Januari 1994 itu belum lama ini kembali merilis single terbarunya.

Rio memulai karier solois pada 2016. Hingga kini, dia masih eksis menciptakan lagu dan telah memiliki satu album dengan judul yang sama dengan hits yang dirilisnya pada 2017, yakni Cerita Daun dan Bumi. Dia bahkan menggarap album keduanya yang akan rilis akhir tahun ini.

Juni lalu, Rio merilis single yang ditulisnya spesial untuk anak kembarnya, dan diberi judul sesuai nama anaknya, “Diarunika Embun dan Bening”. Lagu itu sekaligus menjadi hadiah ulang tahun yang pertama untuk Embun dan Bening yang jatuh tepat pada 19 Juni.

Menurutnya, lagu yang baru dirilisnya itu adalah bentuk syukur sekaligus doa yang diberikan untuk Embun dan Bening. Perasaan kagum dan bahagia sangat terasa di lagu itu. Tak lupa berterima kasih untuk kehadiran Embun dan Bening. Ditulis sangat sederhana namun sangat menarik untuk didengarkan. Liriknya sangat menyentuh ada di akhir lagu.

“Tetaplah menunduk Embun dan Beningku,” ungkapnya. Besar harapan agar kedua anaknya itu tumbuh dengan sifat santun dan menghargai kesederhanaan.

Tidak menghilangkan ciri khasnya, Rio menggunakan gitar akustik sebagai instrumen dominan di lagu terbarunya. Lantunan piano dan violin menambah lengkap kesedapan lagu tersebut.

          “Diarunika Embun dan Bening bisa didengarkan di platform musik digital kesayangan Anda,” kuncinya. (dra/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria