Fenomena Hallyu yang dipimpin oleh Drama Korea (Drakor) selama satu dekade terakhir kini mulai mendapat pesaing kuat: Drama China (Dracin). Meskipun Drakor unggul dalam penetrasi pasar global berkat platform streaming besar, Dracin berhasil merebut hati penonton baru di Asia Tenggara dengan keunikan produksi dan kedalaman cerita yang ditawarkan.
Popularitas Dracin yang terus meningkat dapat dianalisis dari beberapa aspek kunci yang membedakannya secara signifikan dari Drakor.
1. Keunggulan Visual dan Skala Produksi yang Megah
Salah satu daya tarik utama Dracin adalah skala produksi yang lebih megah, terutama pada genre sejarah (historical), seni bela diri (wuxia), dan fantasi supranatural (xianxia).
Sinematografi dan Kostum: Dracin di genre historical seperti The Untamed atau Eternal Love dikenal memiliki set yang sangat detail, kostum yang indah, dan tata visual yang mewah, menciptakan pengalaman world-building yang luas dan mendalam.
Efek Visual (CGI): Drama fantasi China seringkali menggunakan efek CGI yang canggih untuk menghidupkan dunia dewa-dewi, monster, dan kekuatan magis, memberikan vibe yang epik.
2. Durasi dan Kekuatan World-Building yang Luas
Perbedaan struktural antara keduanya memengaruhi pengalaman menonton. Misalnya jumlah episode drama china lebih banyak, umumnya 30-70 episode, sementara drakor hanya 12-20 episode. Durasi per episode, dracin hanya 40-45 menit, drakor lebih panjang bisa 60-90 menit. Di alur cerita, keduanya berbeda, di dracin lebih lambat diawal, fokus pada pengembangan karakter dan latar belakang yang kompleks, sementara drakor biasanya lebih padat, intens dan cepat sejak episode pertama.
Meskipun jumlah episode Dracin terkesan panjang, durasi per episode yang lebih pendek membuatnya mudah diikuti. Jumlah episode yang banyak memungkinkan pengembangan karakter yang kaya, menampilkan pertumbuhan karakter dari masa muda hingga dewasa dengan detail yang komprehensif.
3. Kekuatan Genre Historis dan Xianxia
Sementara Drakor sering unggul dalam cerita modern, thriller, dan romansa emosional sehari-hari (slice of life), Dracin mendominasi dengan genre yang unik:
Romansa Berakhir Bahagia: Penonton Dracin seringkali menyukai kepastian bahwa kisah romansa di dalamnya akan berakhir bahagia.
Kompleksitas Plot: Cerita Dracin sering kali kompleks, terutama yang menyangkut intrik kerajaan, politik kekuasaan, dan perjalanan spiritual yang mendalam, memberikan banyak plot twist dan dinamika emosional.
4. Aksesibilitas dan Inovasi Konten
Peningkatan popularitas Dracin didukung oleh kemudahan akses melalui berbagai platform Over-The-Top (OTT) seperti WeTV, iQIYI, dan Netflix, yang kini aktif mendistribusikan konten China dengan subtitle yang lengkap.
Selain itu, tren Microdrama di China—serial super pendek dengan durasi 3–5 menit per episode—juga mulai menarik perhatian karena menawarkan hiburan instan, konflik sederhana, namun sangat relatable (misalnya kisah CEO kaya dan gadis sederhana), efektif menembus batas budaya melalui media sosial seperti TikTok.
5. Daya Tarik Aktor dan Budaya
Tidak dapat dimungkiri, daya tarik visual para aktor dan aktris Dracin serta minat untuk mengenal budaya China juga menjadi faktor pendorong. Penonton mengaku tertarik untuk mempelajari bahasa Mandarin dan mengenal budaya Tiongkok yang kaya melalui tontonan ringan ini.
Meskipun Drakor masih memimpin dalam pengaruh global dan Original Soundtrack (OST) yang ikonis, Dracin telah membuktikan bahwa dengan world-building yang luas, produksi megah, dan variasi genre yang unik, ia mampu menjadi pesaing utama dan mendominasi kancah serial di Asia. (*)
Editor : Indra Zakaria