JAKARTA – Kabar gembira bagi para pencinta sinema laga di seluruh dunia. Dua ikon bela diri kebanggaan Indonesia, Joe Taslim dan Yayan Ruhian, resmi kembali beradu akting dalam proyek film terbaru bertajuk "The Furious". Film ini menjadi perbincangan hangat setelah para kritikus film internasional menyebutnya sebagai film aksi terganas yang pernah muncul sejak era legendaris "The Raid".
Disutradarai oleh Kenji Tanigaki, "The Furious" menjanjikan koreografi aksi yang lebih ekstrem dan memukau.
Kualitas film ini pun tidak main-main, karena merupakan hasil kolaborasi raksasa antara XYZ Films—studio di balik kesuksesan "The Raid"—dengan Lionsgate, distributor global yang melahirkan franchise sukses "John Wick". Sinergi dua kekuatan besar ini diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam genre film aksi dunia.
Alur cerita "The Furious" mengisahkan perjuangan seorang ayah yang berprofesi sebagai pedagang biasa, namun hidupnya berubah drastis setelah anaknya diculik oleh jaringan kriminal internasional. Dalam misi penyelamatan yang penuh risiko tersebut, ia dibantu oleh seorang wartawan investigasi asal Indonesia. Perbedaan latar belakang bela diri, bahasa, dan budaya di antara keduanya menjadi dinamika menarik sekaligus kekuatan utama dalam menghadapi musuh yang tak kenal ampun.
Kritikus film dari We Live Entertainment, Aaron Neuwirth, memberikan testimoni awal bahwa film ini adalah "penerus spiritual" yang sepadan bagi kegilaan aksi yang dulu pernah dihadirkan oleh Gareth Evans. Reuni Joe dan Yayan pun menjadi magnet utama yang paling dinantikan, mengingat chemistry keduanya yang selalu berhasil memacu adrenalin penonton. Menurut laporan Moviezy, "The Furious" dijadwalkan akan menggebrak layar lebar pada Mei 2026 mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria