Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memperkirakan 1.500 undangan upacara 17-an di IKN. Salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah akses alternatif menuju lokasi upacara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kecamatan Sepaku.
BALIKPAPAN-Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus nanti di Ibu Kota Nusantara (IKN) tinggal lima bulan lagi.
Sejauh ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan dua akses bagi masyarakat dari Balikpapan yakni jalan nasional maupun jalan tol.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Reiza Setiawan mengatakan, berkaca jumlah undangan itu, akses akan penuh sesak.
Jadi, Kementerian PUPR menyiapkan dua alternatif jalan yang bisa digunakan bagi undangan dan masyarakat.
“Jadi tidak hanya lewat jalan tol, tetapi ada banyak yang melalui Jalan Sepaku-Semoi,” katanya dalam diskusi daring Progres Pembangunan Jalan Tol dan Dermaga di IKN di kanal RRI IKN (26/4).
Bagi pengguna jalan tol, kata dia, melalui Seksi 3A, 3B, dan 5A Tol IKN. Ruas jalan bebas hambatan itu dimulai dari jalan nasional di Km 13 Jalan Soekarno Hatta-Balikpapan Utara, kemudian masuk ke Tol IKN Seksi 3A Segmen Karang Joang-KKT sepanjang 13,4 kilometer, lalu masuk Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,347 kilometer, dan berakhir di Seksi 5A Segmen Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang dengan panjang 6,675 kilometer.
Dari Tol IKN ini, pengguna jalan kemudian masuk ke bentang panjang dan bentang pendek Jembatan Pulau Balang, sebelum masuk ke jalan nasional di wilayah Penajam Paser Utara.
Tiba di lokasi tersebut, masyarakat bisa menggunakan Seksi 5B Segmen Jembatan Pulau Balang-Riko sepanjang 13,275 kilometer yang berada di Kecamatan Penajam menuju KIPP IKN di Kecamatan Sepaku.
Adapun bagi yang menggunakan Jalan Nasional Sepaku-Semoi telah disiapkan akses bypass Pasar Sepaku yang berada di Desa Sukaraja Kecamatan Sepaku. Pembangunan jalan baru sepanjang 1,271 kilometer ini.
Bypass Pasar Sepaku ini menjadi shortcut atau jalan pintas, sehingga masyarakat tidak melalui jalan yang berada pasar lagi.
Dia mengatakan, proyek ditargetkan rampung akhir Juli nanti. “Jadi kalau melalui jalan tol, dari (Jalan) Soekarno-Hatta menyambung ke Jembatan Pulau Balang, dan lanjut lagi ke jalan nasional.
Karena banyak masyarakat yang melalui Jalan Sepaku-Semoi, dengan jalan bypass Pasar Sepaku bisa cepat lagi, dua alternatif jalan ini dibuat,” jelas Reiza.
Mantan kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan ini menerangkan, total ada tujuh seksi Jalan Tol IKN yang dikerjakan.
Adapun saat ini yang dalam pengerjaan adalah Seksi 3A Segmen Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer, Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,33 kilometer, dan Seksi 5A Segmen Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang dengan Panjang 6,68 kilometer.
Kemudian Seksi 5B Segmen Jembatan Pulau Balang-Bandara VVIP sepanjang 13 kilometer. Seksi 6A Segmen Bandara VVIP-Rencana Outer Ring Road KIPP sepanjang 6,22 kilometer dan Seksi 6B Segmen Exit Tol Outer Ring Road KIPP-Rencana Inner Ring Road KIPP yang berada di Simpang ITCI sepanjang 6,18 kilometer.
Sementara untuk Seksi 1 Segmen Bandara Sepinggan-Tol Balsam dengan Panjang 8,35 kilometer, lalu Seksi 4A Segmen IKN Simpang Tempadung-Rencana Outer Ring Road (RR) KIPP sepanjang 17,1 kilometer dan Seksi 4B Segmen Exit Tol Outer Ring Road KIPP-Rencana Inner Ring Road KIPP sepanjang 2,3 kilometer. Kemudian Seksi 2 merupakan Jalan Tol Balsam yang sudah eksisting saat ini sepanjang 2,89 kilometer.
“Untuk Seksi 1 belum dibangun. Masih dalam proses desain. Saat ini dalam proses kajian untuk Seksi 4A dan 4B. Jadi dari Seksi 3B, naik ke atas, akan mempersingkat waktu ke KIPP.
Menggunakan teknologi immersed tunnel. Jadi kita akan membangun jalan tol di bawah laut. Kajiannya memang cukup panjang.
Karena immersed tunnel ini teknologi pertama di Indonesia. Perlu waktu satu tahun untuk studi dan lima tahun pembangunan. Jadi enam tahun ke depan mudah-mudahan bisa jadi,” paparnya.
Reiza mengungkapkan, nantinya dibangun pula Seksi 6C. Bukan jalan tol, tetapi jalan bebas hambatan yang tidak berbayar. Menghubungkan wilayah PPU ke dalam wilayah KIPP IKN. Dengan demikian, total panjang 7 seksi pada Tol IKN ini mencapai 59,82 kilometer. “Jalan tol ini masih menunggu arahan pimpinan. Nantinya pada awal operasional untuk berbayar, harus ada kajian lalu lintas harian. Sementara masih disebut jalan bebas hambatan tidak berbayar. Kita lihat nanti ke depan seperti apa fungsinya. Apakah berbayar atau tidak, ada kajian-kajian khusus mengenai itu,” ungkapnya.
Pada bagian lain, progres pekerjaan infrastruktur Bandara Very Very Important Person (VVIP) masih relatif rendah.
Hingga April 2024, capaian bandara penunjang ibu kota negara baru ini masih mencapai 18 persen. Hambatan dalam pembangunan infrastruktur sisi udara ini adalah pengadaan lahan.
Kementerian PUPR melalui BBPJN Kaltim mendapatkan penugasan khusus mengerjakan dua infrastruktur untuk Bandara VVIP IKN.
Yakni pemenuhan sebagian kebutuhan pembangunan Bandara VVIP sisi landasan udara. Kegiatan ini digarap PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 4,22 triliun.
Kontraktor telah memulai kegiatannya sejak awal November 2023.
“Jadi bandara (VVIP IKN) dibagi dua sisi pembangunannya. Untuk sisi (landasan) udara, seperti runway, taxiway, dan apron dikerjakan Kementerian PUPR.
Sedangkan sisi darat, untuk terminal dan gedung lainnya dikerjakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” kata Reiza Setiawan.
Dia mengatakan, penyelesaian pembangunan Bandara VVIP terus dikebut, mengingat bandara tersebut harus selesai pengerjaannya sebelum Agustus 2024. Sebab, akan digunakan untuk pesawat kepresidenan dan tamu-tamu kenegaraan lainnya.
“Tentunya koordinasi Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR harus sinkron, sehingga bisa selesai tepat waktu. Karena bukan hanya runway-nya harus jadi.
Tetapi juga terminalnya, gedung-gedung penunjang lainnya, dan instalasi kelistrikannya juga harus jadi. Karena ada dua kementerian yang mengerjakan Bandara VVIP (IKN) itu,” harapnya.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke lokasi proyek Bandara VVIP di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, proyek masih sesuai perencanaan dan dikerjakan dengan baik.
Dia optimistis bandara tersebut diujicobakan pada Juli nanti. “Tadi saya melihat ada satu pekerjaan soil improvement (perbaikan tanah) di beberapa lokasi runway. Secara garis besar, pengerjaannya sudah bagus,” jelasnya dalam keterangan resminya.
Budi Karya Sumadi juga menekankan bahwa pembangunan Bandara VVIP IKN dikerjakan dengan sangat serius. Untuk mempercepat proses pembangunan Bandara IKN, telah dilakukan penambahan tenaga kerja dari 367 orang menjadi 458 orang bulan ini. (kip/riz/k16)
Editor : Indra Zakaria