Jokowi Minta Bos Microsoft Bangun Pusat Penelitian di IKN
Indra Zakaria• Rabu, 1 Mei 2024 - 17:00 WIB
Chairman & CEO Microsoft, Satya Nadella menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/4). (Istimewa )
Chairman & CEO Microsoft, Satya Nadella menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi.
Usai melakukan pertemuan, Budi mengungkapkan sejumlah pembahasan yang dilakukan Jokowi dan Satya. Menurut Budi, Jokowi meminta Microsoft membangun pusat penelitian di Indonesia.
"Kan Microsoft punya Asia-Pasifik Research and Development Center. Presiden minta agar salah satu dibangun di Indonesia. Tempatnya terserah, termasuk di IKN, di Bali tawarannya," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/4).
Budi menjelaskan, pembangunan pusat Research and Development diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya (SDM) Indonesia di bidang informasi dan teknologi.
"Ini kan software, karena human capital penting kan, jadi lebih pada pengembangan SDM. Ini penting juga buat Indonesia dalam rangka digital transformasi," ucap Budi.
Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir mengaku akan menindaklanjuti permintaan Presiden Jokowi untuk membangun pusat Research and Development di Indonesia.
"Untuk pengembangan, termasuk Pak Presiden sampaikan keinginan untuk adanya pengembangan riset yang nanti akan kita tindaklanjuti," ujar Dharma.
Ia memastikan, Microsoft berkomitmen untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.
"Pak Satya telah bertemu Presiden, menyampaikan komitmen pengembangan bisnis Microsoft dan bisnis teknologi di Indonesia," tutur Dharma.
Dharma mengutarakan, Microsoft akan berkomitmen mengembangkan teknologi di berbagai sektor. Termasuk di bidang pertanian.
"Tadi juga bicara pengembangan teknologi soal agriculture pertanian, perikanan yang butuh pengembangan teknologi AI (artificial intelligence). Kita yakin penggabungan teknologi dan kekuatan Indonesia kita bisa jadi negara maju," urainya. (*)