Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Denmark Siap Masuk IKN, Antisipasi Disparitas Ibu Kota Baru dan Kawasan Penyangga

Indra Zakaria • Rabu, 8 Mei 2024 - 15:28 WIB
LEBIH DEKAT: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mendampingi Dubes Denmark untuk Indonesia HE Sten Frimodt Nielsen meninjau lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (ARIEF/ADPIMPROV KALTIM)
LEBIH DEKAT: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mendampingi Dubes Denmark untuk Indonesia HE Sten Frimodt Nielsen meninjau lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (ARIEF/ADPIMPROV KALTIM)

Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia HE Sten Frimodt Nielsen berkunjung ke Kalimantan Timur. Ia dan rombongan ingin melihat lebih dekat new capital of Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

 

BALIKPAPAN - "Hari ini (Senin, 6/5) kita kedatangan dubes Denmark dan tim. Mereka ingin menjajaki investasi dan kontribusi Denmark terhadap IKN," kata Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik di sela menjamu makan siang Dubes Denmark HE Sten Frimodt Nielsen di Restaurant Apoeng Balikpapan, Senin (6/5). 

Denmark sengaja masuk ke IKN melalui Pemprov Kaltim dengan tujuan melihat sejauh mana kesiapan kawasan penyangga. Denmark yang jauh berada di Eropa, bahkan berharap jangan sampai terjadi kesenjangan atau disparitas antara IKN dan kawasan penyangga.

"Luar biasa Denmark ini. Mereka bahkan memikirkan hingga sejauh itu. Jangan sampai terjadi kesenjangan atau disparitas antara new capital dengan kawasan penyangga," tegas Akmal menirukan penyampaian Dubes Denmark HE Sten Frimodt Nielsen.

Sebelum kondisi buruk terjadi, misal terjadi ketimpangan antara IKN dan kawasan penyangga, Denmark akan membantu dengan berbagi masukan dan pemikiran tentang bagaimana seharusnya kawasan penyangga mengambil peran.

Memang, Denmark tak memiliki pengalaman terkait new capital. Tetapi soal pemerataan pembangunan, Denmark tak perlu diragukan.

Selain itu, Pemerintah Denmark siap membantu Kaltim, terutama dalam isu-isu lingkungan hidup.

"Jadi, hari ini mereka akan melihat lebih dulu ke IKN. Makanya saya dampingi. Mudah-mudahan mereka bisa membantu kita untuk mengurangi kesenjangan itu," beber Akmal.

 

 

Disparitas atau kesenjangan yang dikhawatirkan tentu tak jauh dari urusan sosial, ekonomi, dan budaya. Sementara kawasan penyangga IKN meliputi Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser. Dalam jangka panjang, semua kabupaten dan kota di Kaltim secara otomatis menjadi kawasan penyangga IKN.

Kepada Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu, Ambasador HE Sten Frimodt Nielsen juga menanyakan kesiapan infrastruktur Kaltim dan IKN terkini. Mereka juga bertanya tentang penduduk asli dan kondisi Kaltim secara umum.

Pj Gubernur Akmal Malik menyebut di antara provinsi di Kalimantan yang direncanakan menjadi new capital (ibu kota baru), hanya Kaltim yang memiliki infrastruktur lebih lengkap. Ada Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda. Dua pelabuhan internasional juga tersedia di Balikpapan dan Samarinda. Kaltim juga satu-satunya provinsi di Kalimantan yang sudah memiliki jalan tol, yakni Tol Balikpapan-Samarinda.

Pj Gubernur Akmal Malik juga sempat menawarkan kunjungan ke Desa Budaya Pampang di Samarinda untuk menyaksikan kehidupan warga dan adat budaya Dayak, tapi mereka terbatas waktu kunjungan.

Senin (6/5) siang rombongan Dubes Denmark ke IKN. Di IKN Dubes Denmark HE Sten Frimodt Nielsen dan rombongan meninjau tiga lokasi. Pertama mereka mengunjungi Rumah Teknologi Nusantara yang merupakan destinasi wisata yang menjelaskan konsep dan perkembangan IKN.

Lokasi kedua, mereka melihat dekat rencana lahan diplomatic compound (kompleks diplomatik). Lalu lokasi ketiga, rombongan Dubes Denmark meninjau Miniatur Hutan Hujan Tropis yang letaknya satu lahan dengan lokasi glamping IKN.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menerangkan bahwa dirinya mendampingi kunjungan Dubes Denmark sebagai bagian dari fasilitasi Pemprov Kaltim kepada perwakilan negara-negara sahabat di Indonesia.

“Jadi konsepnya itu kita memang mengenalkan. Karena Kaltim wilayahnya berada di pinggiran IKN,” kata Akmal.

“Jadi ke depan kita selalu memfasilitasi agar siapa pun yang akan berkontribusi kepada IKN kita bantu,” lanjut Akmal.

Saat kunjungan ke Kaltim dan IKN, Dubes Denmark HE Sten Frimodt Nielsen didampingi Deputy Head of Mission Mr Per Brixen, Head of Trade Mr Jacob Jepsen, Spouse of Ambassador Ms Pamela Alberta Mondino, dan Danish Honorary Consul Surabaya Mr Lesmana Hatanto.

Sementara itu, Pj Gubernur Akmal Malik didampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Pj Bupati PPU Makmur Marbun, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, Kepala Biro Umum Lisa Hasliana, dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Irhamsyah. (sul/her/ky/adv/far/k16)

 

Editor : Indra Zakaria