Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengerjaan Tol IKN, Masih Ada yang Optimistis Sesuai Target

Rikip Agustani • Minggu, 23 Juni 2024 - 17:18 WIB
Photo
Photo


Secara keseluruhan, rencana konektivitas menuju IKN via Tol Bandara Sepinggan ke IKN memiliki panjang total 72,94 kilometer. Dengan total biaya Rp 24,5 triliun. Pemerintah juga menyiapkan Rp 3,1 triliun untuk biaya pembebasan lahan. Sesuai target, Tol IKN bakal operasional perdana pada 17 Agustus 2024 nanti. Ketika pemerintah akan melaksanakan Upacara Kemerdekaan RI di IKN.

Lantas, apakah target tersebut rasional? Anggota DPR RI Komisi V Irwan mengaku optimistis. Sejak persiapan pembangunan dimulai pada 2021 lalu, dirinya melihat progres konstruksi yang dikerjakan sudah sejalan dengan target yang ditetapkan.
“Kalau bicara persiapan fungsional saat pelaksanaan Upacara Kemerdekaan RI, saat saya ikut mendampingi Pak Presiden (Joko Widodo) dan menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) saya pikir target fungsionalnya cukup realistis dan saya optimistis,” ucap Irwan, Sabtu (22/6).

Lanjutnya, Tol IKN pun diharapkan bisa fungsional sebelum persiapan upacara kemerdekaan. Untuk memudahkan dan menjadi satu-satunya akses terdekat untuk ke IKN. Apalagi saat ini dengan eksisting Tol Balsam dan akses menuju Jembatan Pulau Balang sudah bisa dilalui, sehingga tidak ada alasan menurutnya, Tol IKN tidak fungsional tepat waktu.

“Lalu ada lelang pembangunan ruas Tol IKN-Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Jadi memang pembangunan ini jadi prioritas pemerintah pusat. Membangun koneksi ke simpul transportasi udaranya,” sebutnya.

Karena saat ini untuk akses Tol Balsam menuju Bandara SAMS Sepinggan melalui Jalan Mulawarman, Manggar, Balikpapan Timur belum memiliki jalur yang representatif menuju ke arah kota. Itu pun sempat menjadi pembahasan DPR dengan Kementerian PUPR.

“Makanya saat itu saya minta jalur Manggar ini dilebarkan. Namun Pak Menteri (Basuki Hadimuljono) bilang nanti dari Sepinggan akan dibangun jalan tol ke Tol Balsam. Dan itu menurut saya solusi yang tepat untuk mengurai kemacetan dan mengoneksikan simpul transportasi,” jelasnya.

Namun Irwan menegaskan, pemerintah tidak boleh lengah. Meski secara anggaran tidak ada masalah, namun dalam prosesnya termasuk konstruksi dan pembebasan lahan biasanya menemui hambatan. Karena itu, perlu ada pengawalan dari pemerintah termasuk Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan.

“Jangan sampai diremehkan. Kita harus bercermin dari Tol Balsam. Terutama akses Tol Bandara Sepinggan. Apalagi soal ganti rugi lahan. Harus sama-sama dikawal,” ungkapnya.

Diketahui, lelang pembangunan ruas Tol IKN-Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan sudah dimulai pekan lalu. Bakal menelan anggaran senilai Rp 3,8 triliun dengan jangka waktu pelaksanaan selama 510 hari kalender. Sumber pembiayaannya dari APBN tahun jamak. Yakni APBN 2024 dan 2025. Sementara penetapan pemenang lelang dijadwalkan diumumkan pekan ini. Tepatnya. 25 Juli 2024.

Kaltim Post juga berupaya meminta keterangan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terkait Tol IKN. Bagaimana Otorita IKN memandang progres, fungsional hingga pemanfaatan tol nantinya untuk melancarkan pembangunan di IKN. Sayangnya, surat permintaan wawancara resmi kepada Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Silvia Halim direspons dengan meminta awak media mencari informasi ke Kementerian PUPR. “Ibu Silvia Halim mengarahkan untuk jawaban dari PUPR, Mas,” balas salah satu narahubung Otorita IKN kepada Kaltim Post.

Editor : Indra Zakaria