Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

IKN Tak Miliki TPA, Sampah Diolah di TPST

Alfian Erik • Sabtu, 29 Juni 2024 - 00:29 WIB
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Onesimus Patiung.
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Onesimus Patiung.

SEPAKU-Pengolahan sampah menjadi salah satu fokus Otorita IKN untuk mewujudkan kota yang hijau. Alih-alih membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Otorita IKN akan menyiapkan Tempat Pengolahan Sementara (TPS) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan IKN.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Onesimus Patiung mengatakan, keberadaan TPS dan TPST ini nantinya dapat menekan angka residu yang dihasilkan dari sampah di kawasan IKN hingga 10 persen.

“Target kita total residu sampah nantinya hanya 10 persen dari total sampah yang dihasilkan di IKN,” kata Ones, Jumat (28/6/2024).

TPST sendiri, kata Ones direncanakan komisioning akhir juli. Molor dari jadwal sebelumnya, yakni awal Juni. “Kapasitas TPST di IKN sebesar 70 ton per hari dan ini masih cukup untuk keperluan KIPP IKN,” kata Ones.

Ones menambahkan, setiap harinya kawasan IKN menghasilkan 0,7-0,9 kilogram sampah per orang. Dengan asumsi penduduk IKN mencapai 250 ribu, termasuk Sepaku, Handil (Muara Jawa) dan Sambioja, makan IKN dalam sehari menghasilkan kurang lebih 250 ton sampah (jika rata-rata 1 kilogram per hari).

Khusus KIPP, dengan jumlah pekerja mencapai 10 ribu, maka sampah yang dihasilkan mendekati 10 ton.

Pada TPST, sampah nanti akan mlewati beragam proses untuk menentukan apakah sampah tersebut dapat didaur ulang. Sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang, nantinya akan dimasukan kedalam incinerator.

“Incinerator yang digunakan IKN sudah ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau,” katanya.

Khusus untuk sampah organik diharapkan bisa dikembangkan menjadi kompos atau makanan magot, sehinga tetap punya nilai ekonomis.

Selain menyiapkan fasilitas pengolahan sampah modern, Otorita IKN juga akan memberikan edukasi kepada mereka yang akan datang ke IKN agar bisa melakukan pemilahan sampah secara mandiri.

Ini sebut dia, agar pekerjaan pengolahan sampah oleh petugas bisa lebih cepat dan tidak memakan waktu yang terlalu panjang untuk memilah sampah. “Di IKN, sampah akan diolah hari itu juga,” kata dia.

Dia menerangkan, sampah yang dominan dihasilkan saat ini masih sampah organik, antara 40-55 persen. “Sebagian besar merupakan sampah sisa makanan,” tutur dia.

Untuk itu, OIKN mendorong agar masyarakat yang nantinya tinggal di IKN untuk mengubah kebiasaan yakni mengurangi sampah makanan.

“Mumpung ibu kota baru, kita mulai kebiasaan baru, masak dan makan secukupnya. Ke depan penggunaan plastik sekali pakai juga tidak akand diizinkan di kawasa IKN, termasuk botol air mineral,” beber dia.

Khusus untuk air minum, Ones mengatakan IKN akan menyediakan air yang bisa langsung diminum, sehingga tak perlu lagi menggunakan botol air kemasan.

Editor : Wawan
#IKN #Otorita Ibu Kota Negara