Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berhasil menggelar uji coba taksi terbang di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (AAP) Samarinda.
Sebuah pesawat buatan Hyundai Motor Group, sukses terbang selama 10 menit dengan ketinggian 50 meter dan kecepatan 50 km/jam, membentuk pola angka delapan di udara. Uji coba ini merupakan langkah besar bagi Indonesia dalam mengembangkan transportasi udara perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan.
Deputi Transformasi Hijau dan Teknologi OIKN, Professor Mohammed Ali Berawi, mengungkapkan bahwa uji coba ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia untuk mengembangkan teknologi transportasi masa depan. Ini adalah prototype dari taksi terbang buatan Hyundai versi terbaru, nantinya dapat menampung 5 orang, satu orang pilot dan empat penumpang.
“Jadi ujicoba ini untuk pembuktian apakah kendaraan konsep ini bisa terbang dan layak. Namun yang terbang ini merupakan prototipe nirawak,” ucapnya, Senin (29/7).
Dia menjelaskan bahwa dalam pengembangan teknologi di IKN, pihak otorita mengacu pada empat pertimbangan yakni keandalan (reliability) yakni mencakup kualitas produk yang dihasilkan, interoperabilitas yakni seputar keterbukaan dan integrasi sistem, efisiensi biaya (value for money) serta transfer teknologi.
Bahwa IKN sebagai innovation testbed bisa membangun suatu produk teknologi yang memiliki kualitas andal, dibangun dengan sistem yang terbuka sehingga ke depan anak bangsa bisa mengembangkan sistem menjadi lebih advance (maju), dengan biaya yang dikeluarkan juga sesuai dengan kebutuhan.
“Dan tentunya konsep pengembangan teknologi yang berkelanjutan dari para stakeholder. Karena saat penjajakan kerja sama, semua stakeholder dalam dan luar negeri bersepakat untuk growth together. Indonesia ke depan bukan cuma market namun juga menjadi produsen,” jelasnya. (*)