Kelas dari Bandara Internasional Nusantara adalah Satuan Pelayanan Bandar Udara (Satpel BU). Dengan pengelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Bandara ini berlokasi di DGCA atau Directorate General of Civil Aviation adalah singkatan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara (Hubud) Nusantara Airport Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Dan untuk pesawat terkritis atau critical aircraft adalah Boeing 737-800 Mengalami peningkatan dari sebulan lalu, yakni ATR : ATR-72-600. Setelah Pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 737-800 mendarat di Bandara Internasional Nusantara pada 11 Oktober 2024 lalu. Dan Airnav Indonesia yang berada di Bandara Internasional Nusantara adalah Kantor Cabang Pembantu IKN.
Pada laman tersebut juga memuat data fasilitas sisi udara Bandara Internasional Nusantara. Yakni Runway 1 atau landasan pacu dengan dimensi terverifikasi dan dimensi terbangun adalah 2.200 meter x 45 meter.
Meningkat dari awal bulan lalu dengan panjang 1.750 meter x 30 meter. Dengan konstruksi aspal hotmix dan critical aircraft adalah Boeing 737-800. Sebelumnya adalah ATR : ATR-72-600.
Selain itu, ada Taxiway 1 dan Taxiway 2 atau Fasilitas Penghubung Landas Pacu. Dengan dimensi terverifikasi dan dimensi terbangun adalah 180 meter x 30 meter.
Data ini tidak berubah dari bulan lalu. Dan konstruksi beton/rigid. Lalu Apron 1 atau pelataran tempat parkir pesawat memiliki luas area terverifikasi dan luas area terbangun adalah 30.780 meter persegi.
Dan Runway End Safety Area (RESA) 1 atau area yang dipersiapkan guna mengurangi bahaya kerusakan pesawat memiliki luas area terverifikasi dan luas area terbangun adalah 8.100 meter persegi.
Dari sebelumnya 5.400 meter persegi. Kemudian Strip 1 atau daerah yang telah ditentukan dan mencakup runway dan stopway dengan luas area terverifikasi dan luas area terbangun adalah 649.600 meter persegi. Bertambah signifikan dari sebelumnya 280.500 meter persegi.
Menteri Perhubungan (Menhub) saat masih dijabat Budi Karya Sumadi pada Juni 2024 lalu sempat menyampaikan, bahwa Kemenhub siap mengajukan pendaftaran Bandara Internasional secara internasional kepada ICAO.
"Saya baru dapat nama bandara pada pekan kemarin dari Bapak Presiden. Nanti itu justru menjadi dasar kami untuk mendaftarkan Bandara Nusantara Airport secara internasional seperti Soekarno-Hatta dengan kode CGK atau Bandara Kualanamu dengan kode KMO," katanya saat diwawancarai awak media di Semarang, Jawa Tengah, Juni lalu.
Selain itu, Bandara Internasional Nusantara Airport juga akan memiliki kode nama bandara seperti halnya bandara-bandara lainnya di Indonesia, yakni kode IATA. Di mana, nama atau kode IATA dari Bandara Internasional Nusantara yang diusulkan adalah NAP.
"Jadi nanti akan ada nama kode untuk Bandara Nusantara Airport, misalnya NAP atau lainnya, nanti kita lihat kode-kode yang belum digunakan tempat yang lain," pungkasnya. (kip/jnr)