BALIKPAPAN – Setelah sempat dibuka secara fungsional untuk melayani arus mudik dan balik libur Natal serta Tahun Baru 2025–2026, Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN)–Balikpapan kini resmi ditutup kembali bagi masyarakat umum. Penutupan ini dilakukan terhitung mulai 5 Januari 2026 demi menjamin kelancaran tahap penyelesaian akhir di sejumlah titik krusial.
Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur saat ini sedang memfokuskan seluruh sumber daya untuk merampungkan sedikitnya sebelas paket pekerjaan yang masih tersisa. Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menjelaskan bahwa penutupan jalan tol sangat diperlukan agar proses konstruksi berat di lapangan dapat berjalan optimal tanpa adanya gangguan dari lalu lintas kendaraan publik.
Distribusi pekerjaan fisik tersebut mencakup beberapa area utama. Di wilayah Seksi 3a2, fokus pengerjaan diarahkan pada penyelesaian Overpass 6, jalur akses masuk Tol Balikpapan–Samarinda, serta penataan estetika di kawasan Sungai Wain. Sementara itu, di Seksi 3b2, tim di lapangan tengah menangani pemasangan struktur baja jembatan layang dan pembangunan jembatan khusus satwa untuk menjaga ekosistem setempat.
Selain itu, pengerjaan juga berlangsung intensif di Seksi 5b yang meliputi jalur utama di interchange Riko, serta pengerjaan jalan utama di Seksi 6a. Seluruh rangkaian proyek besar ini diproyeksikan mencapai target penyelesaian total pada bulan Desember 2026, yang nantinya akan mengintegrasikan konektivitas menuju pusat pemerintahan baru secara utuh.
Meskipun operasional kemarin hanya berlangsung singkat selama enam belas hari, antusiasme masyarakat tercatat sangat luar biasa. Data menunjukkan hampir sembilan puluh empat ribu kendaraan telah melintasi jalur tersebut, membuktikan betapa vitalnya peran tol ini dan Jembatan Pulau Balang dalam memangkas jarak tempuh antarwilayah di Kalimantan Timur. Jalur ini kini terbukti menjadi pilihan utama bagi pengendara yang menuju arah Kalimantan Selatan maupun ke pusat IKN.(*)
Editor : Indra Zakaria