Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pangkas Waktu ke IKN, Jalur Alternatif Bongan–Sotek Mulai Dibangun Tahun 2027

Redaksi Prokal • 2026-01-12 10:30:00
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan jalan Bongan–Sotek dimulai pada 2027. Ruas ini menjadi jalur pintas strategis menuju IKN.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan jalan Bongan–Sotek dimulai pada 2027. Ruas ini menjadi jalur pintas strategis menuju IKN.

 

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan ruas jalan Bongan–Sotek sebagai prioritas utama jalur alternatif menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah strategis ini diambil guna memangkas jarak tempuh secara signifikan, terutama bagi warga di wilayah barat Kalimantan Timur yang ingin menuju kawasan inti pusat pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa jika jalur Bongan–Sotek ini sudah rampung dan dalam kondisi optimal, waktu tempuh dari Kabupaten Kutai Barat menuju IKN diperkirakan hanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam. Jalur ini jauh lebih efektif dibandingkan harus melewati jalur nasional yang selama ini digunakan. Kehadiran akses ini sangat dinantikan agar masyarakat tidak perlu lagi memutar lewat Samarinda atau Balikpapan untuk menuju IKN, terlebih saat fasilitas bandara di sana sudah mulai beroperasi.

Meskipun menjadi prioritas, pembangunan fisik belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Tahun ini akan difokuskan sepenuhnya pada tahapan perencanaan dan penyusunan studi kelayakan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai standar. Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik di lapangan baru akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.

Proyek sepanjang kurang lebih 105 kilometer ini telah mengantongi persetujuan prinsip dari Otorita IKN. Dalam pengerjaannya nanti, akan terjalin kolaborasi antara Kementerian PUPR, OIKN, serta pemerintah daerah. Hal ini mempertegas posisi strategis jalur tersebut dalam mendukung konektivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah penyangga ibu kota.

Selain ruas Bongan–Sotek, Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan opsi jalur alternatif lain untuk memperkuat konektivitas antar-wilayah. Salah satunya adalah jalur Samarinda–Tenggarong yang memanfaatkan jalur hauling perusahaan pertambangan, serta jalur penghubung Kutai Kartanegara–Kutai Barat. Di saat yang sama, pemerintah juga terus mengejar penyelesaian infrastruktur di wilayah lain seperti ruas Kutai Barat–Mahakam Ulu yang saat ini progresnya telah mencapai 70 persen dengan konstruksi beton.

Pengembangan berbagai jalan pintas ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Timur yang menekankan bahwa konektivitas adalah kunci utama. Jalan-jalan baru ini diharapkan tidak sekadar mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga mampu membuka isolasi wilayah serta menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal di sepanjang jalur tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria