Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Apresiasi Kerukunan Kaltim, Menag: Bukan Sekadar Geografis, Ini Cermin Keberagaman Indonesia

Redaksi Prokal • 2026-01-13 07:15:00
Menag saat di IKN.
Menag saat di IKN.

PROKAL.CO, NUSANTARA – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi mendalam terhadap tingginya indeks kerukunan umat beragama di Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kunjungannya meninjau progres Ibu Kota Nusantara (IKN) baru-baru ini, Menag menyebut bahwa Kaltim bukan sekadar wilayah geografis, melainkan cermin keberagaman Indonesia yang kualitas toleransinya berada di atas rata-rata nasional.

Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan ke Nusantara mengemban misi yang jauh lebih mulia daripada sekadar urusan birokrasi. IKN dibangun sebagai simbol keadilan, pemerataan, dan produktivitas bangsa. Ia berharap besar agar Kalimantan Timur terus merawat nilai-nilai kerukunan yang sudah mengakar kuat, sehingga wilayah ini benar-benar bisa menjadi kiblat toleransi bagi daerah-daerah lain di seluruh penjuru Indonesia.

Saat memberikan keterangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan, Balikpapan, pada Minggu, 11 Januari 2026, Menag juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama di wilayah Kalimantan Timur. Ia menekankan pentingnya peran ASN Kemenag sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial di tengah pesatnya pembangunan fisik. Nasaruddin mengingatkan agar moderasi beragama menjadi napas kehidupan yang nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar slogan di atas kertas.

Sisi humanis kunjungan ini terlihat saat Nasaruddin Umar melaksanakan salat subuh berjamaah perdana di Masjid Negara Nusantara. Di tengah sejuknya udara pagi IKN, ia berbaur dengan warga setempat dalam suasana ibadah yang penuh kekhusyukan. Momen syahdu ini memberikan kesan mendalam bagi Menag, yang mengaku sangat terkesan dengan kedalaman spiritualitas masyarakat di sekitar kawasan ibu kota baru.

Ketenangan dalam beribadah di Masjid Negara dipandang sebagai pertanda bahwa IKN sedang bertransformasi menjadi pusat peradaban baru yang seimbang. Nasaruddin Umar menilai Nusantara berhasil memadukan kemajuan teknologi dengan kemandirian jiwa. Baginya, harmoni yang terjaga di kawasan ini akan memastikan IKN tumbuh menjadi pusat ekonomi sekaligus pusat peradaban yang damai bagi seluruh anak bangsa.

Menag menutup kunjungannya dengan pesan kuat bahwa IKN harus menjadi rumah besar yang ramah dan inklusif. Dengan fondasi kerukunan yang kokoh, Nusantara diharapkan mampu memancarkan energi positif bagi persatuan nasional, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan utama dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih adil dan merata. (*)

Editor : Indra Zakaria